Dituding Jebolan Berkley, Arief Yahya Ternyata Alumnus Unpad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri konfrensi pers terkait Konser Drugs Free Asia - Afrika di markas Slank, Potlot, Jakarta, 13 April 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri konfrensi pers terkait Konser Drugs Free Asia - Afrika di markas Slank, Potlot, Jakarta, 13 April 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya gerah dituduh memiliki ijazah yang diperoleh dari University of Berkley Jakarta. Ia tentu saja membantah pernah menuntut ilmu di universitas yang diduga bodong itu. "Tidak benar," katanya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2015. "Saya enggak tahu kenapa tiba-tiba nama saya disangkut-pautkan dengan universitas itu." (Baca: Berkley Dituduh Bodong: Wah, Alumnusnya di Kabinet Jokowi?)

    Rektor Universitas Berkley Jakarta Liartha S. Kembaren sebelumnya mengklaim Arief Yahya merupakan lulusan program doktoral di kampusnya. Menurut Liartha, gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang manajemen yang dimiliki Arief, diperoleh dari Berkeley Jakarta. Ketika itu, Arief menjabat General Manager PT Telkom Jakarta Barat. Universitas Berkley diduga kerap menerbitkan ijazah doktoral palsu.

    Menurut Arief, dia tak pernah berhubungan dengan University of Berkley Jakarta. Gelar Doktor Manajemen Bisnis yang dia miliki diperolehnya dari Universitas Padjadjaran, Bandung. "Saya studi program doktoral itu masuk tahun 2011 dan lulus tahun 2014," ucapnya. "Bahkan saya lulusan terbaik waktu itu, saya juga jadi Ketua Ikatan Alumni Program Doktoral Ilmu Manajemen Unpad." (Baca: Tuduhan Ijazah Bodong Menteri Arief, Apa Reaksi Istana?)

    Arief juga mengungkapkan riwayat studinya. Menurut mantan PT Telekomunikasi Indonesia itu, gelar sarjana elektronik (S1) yang dia miliki diperoleh dari Institut Teknologi Bandung. "Saya juga pernah menjadi ketua Ikatan Alumni Elektro ITB," ucapnya. Sedangkan untuk gelar S2, dia menambahkan, diperolehnya dari Jurusan Telematika di University of Surrey, Inggris.

    Sebetulnya, kata Arief, dia enggan berkomentar terkait isu ijazah palsu yang dalam sepekan belakangan ini ramai diperbincangkan. "Tapi karena menjadi heboh, ya, sudah saya jelaskan saja semuanya." Dia tak tahu alasan di balik pencatutan namanya oleh Universitas Berkeley. "Mungkin mereka ingin dipromosikan saja." (Baca juga: Rektor Berkley Klaim Menteri Arief Yahya Alumninya)

    Liartha sendiri menyatakan kampus yang dipimpinnya itu merupakan cabang dari University of Berkley Michigan yang dibuka melalui kerja sama dengan Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII). Liartha adalah rektor universitas itu sekaligus Ketua LMII. Sama seperti Arief, Liartha juga mengaku alumnus dari Unpad.

    Dalam situs resminya, LMII mempublikasikan daftar alumni yang meraih gelar PhD dari kampus itu. Selain Arief Yahyah, sejumlah nama beken terdaftar sebagai alumnusnya, yakni anggota DPR, yakni Kamarudin Watubun dan Lili Asdjudiredja;  serta mantan Kepala Polda Jawa Tengah Alexander Bambang Riatmodjo. Komaruddin mengaku ia mendapat gelar doktor dari Kampus Berkley.

    Dua pekan lalu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, sempat menginspeksi mendadak ke kampus LMII yang ada di Menteng, Jakarta Pusat. Dari hasil inspeksi, Nasir menyatakan LMII adalah kampus bodong karena izinnya hanyalah sebagai tempat kursus. Ijazah yang dikeluarkan LMII juga dinyatakan palsu.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.