Raib, Koin 1000-an Ternyata Jadi Pengikat Batu Akik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menyinari batu muli saat pameran batu mulia

    Pengunjung menyinari batu muli saat pameran batu mulia "Demam Batu" di lKementerian Perindustrian, Jakarta, 21 April 2015. Berbagai jenis bebatuan mulian dipamerakan di acara ini, mulai dari bacan, saphire, rubi, kalimaya, akik, hingga kecubung yang didatangkan dari penjuru Nusantara. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Bojonegoro:  Mau tahu, kenapa uang koin pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit dan Garuda Pancasila menghilang di pasaran? Ternyata, uang koin yang tengahnya berwarna kuning itu menjadi bahan baku emban akik alias pengikat batu akik.

    Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, koin pecahan Rp 1.000, banyak disimpan orang. Uang yang terkumpul kemudian dijual ke para perajin batu  akik.

    Tren batu akik membuat  permintaan uang pecahan Rp 1000 terus meningkat. Awalnya uang receh  itu dijual dengan harga Rp 2.000 per koin. Tetapi, dengan tingginya permintaan,  harganya melonjak  menjadi Rp 5.000.

    Rudi, 44 tahun,  warag Cepu, mengatakan, dirinya mengumpulkan koin Rp 1000 gambar kelapa sawit, tiga bulan silam. Awalnya, dirinya tidak tahu, kegunaan uang tersebut, selain untuk alat jual-beli.


    Namun kini ia pun ikut berburu uang koin itu karena harganya yang tinggi.  “Ya, lumayan,” katanya kepada Tempo, Rabu 3 Juni 2015. Setelah heboh batu akik semakin mewabah, kini uang koin keluaran tahun 1996 itu semakin sulit dicari.

    Perajin batu akik di Bojonegoro, Sujoko, membenarkan jika uang koin pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit menjadi  bahan pengikat akik. Biasanya, untuk batu akik yang warnanya cerah, seperti hijau muda dan tua, merah bata, merah maroon, serta yang berwarna batu gelap.

    Misalnya, akik bahan baku badar besi, bacan, giok Aceh dan sejenisnya. “Logam kuningnya dengan batu akik, jadi serasi,” katanya kepada Tempo.

    Menurut Sujoko,  biasanya untuk satu emban akik, butuh tiga biji koin pecahan Rp 1000. Tetapi, uang tersebut hanya diambil tengahnya saja, terutama yang berwarna kuning bulat, dengan diameter dua sentimeter dan tebal dua milimeter.

    Logam warna kuning itu, kemudian dilebur mnjadi satu dan dipanaskan dengan suhu di atas 500 derajat celcius. Setelah leleh, selanjutnya  dijadikan satu dan dibentuk menjadi pengikat  batu akik.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.