Pendaki Hilang di Puncak Penanggungan Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Mojokerto - Pendaki yang sempat dinyatakan hilang di Gunung Penanggungan, Mojokerto, Rifki Pangestu, 16 tahun, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Pelajar kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Perkapalan Sidoarjo itu dinyatakan hilang sejak Selasa dinihari, 2 Juni 2015, dan ditemukan selamat pada Rabu pagi, 3 Juni 2015.

    “Tim SAR bersama relawan dari LMDH berhasil menemukan yang bersangkutan dalam kondisi lemah,” kata Komandan Tim Badan SAR Nasional Surabaya Johan Saptadi. Menurut Johan, Rifki ditemukan di atas Pos 3 dari jalur pendakian Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. “Ditemukan di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu 16-18 derajat Celsius,” katanya.

    Saat ditemukan korban bertelanjang dada dan tak lagi mengenakan kaos dan sweater yang sebelumnya dipakai. “Korban masih sadar dan minta pertolongan. Tapi kondisinya lemas karena lelah dan kedinginan,” katanya.

    Warga Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, itu selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Trawas untuk diobati. Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka lecet yang diduga akibat terpeleset.

    Petugas masih belum meminta keterangan pada korban apa yang menyebabkan yang  bersangkutan hilang kontak dengan temannya satu rombongan. “Kami fokus recovery korban dulu,” kata Johan.

    Rifki diketahui mendaki bersama sepuluh temannya melalui jalur pendakian Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Senin malam, 1 Juni 2015. Mereka tiba di rest area Puncak Bayangan di ketinggian 1.300 meter dpl pada Selasa dinihari, 2 Juni 2015, pukul 01.00 WIB.

    Rombongan kemudian berkemah. Saat itulah Rifki pamit turun mencari sinyal handphone. Namun setelah ditunggu sampai pukul 03.00 WIB, ia tak kembali ke perkemahan. Setelah dipastikan hilang kontak, anggota rombongan akhirnya melaporkan  Rifki ke Pos Pendakian Tamiajeng. Laporan itu diteruskan ke Basarnas Surabaya.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.