Bentrok TNI AU-Kopassus, Menteri Pertahanan Tingkatkan Pengawasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat berbicara di depan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2015. Wawasan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan ini diharapkan dapat diterapkan dari usia dini. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat berbicara di depan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2015. Wawasan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan ini diharapkan dapat diterapkan dari usia dini. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan mengusut kasus bentrokan antara TNI Angkatan Udara dan Komando Pasukan Khusus di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kata Ryamizard, pengusutan setidaknya harus dilakukan tiga kali untuk mendapatkan fakta yang sahih.

    "Saya sesalkan kenapa bisa terjadi seperti itu. Jangan sampai terjadi lagi. Masak, tentara berbuat tak baik?" kata Ryamizard di kantornya, Rabu, 3 Juni 2015.

    Menurut Ryamizard, berkaca pada kejadian ini, pengawasan harus ditingkatkan. Ia akan memberlakukan sistem patroli supaya kejadian serupa tak terulang. "Nanti provos bisa bertugas di dalam dan di tempat-tempat hiburan, melarang anggota TNI masuk," ujarnya.

    Ryamizard mengatakan anggota TNI sesungguhnya dilarang mengunjungi tempat-tempat hiburan. "Akan dibahas dulu langkah-langkah selanjutnya. Kalau perlu, kita panggil semuanya," ujarnya.

    Bentrokan antara anggota TNI AU dan personel Kopassus terjadi di halaman tempat karaoke Bima, Solo Baru, Ahad lalu. Akibat kejadian tersebut, anggota TNI AU, Sersan Mayor Zulkifli, tewas.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.