Tak Pernah Mimpi Jadi Jenderal, Budi Waseso Siap Dicopot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso memberi hotmat seusai upacara kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabes Polri, Jakarta, 5 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso memberi hotmat seusai upacara kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabes Polri, Jakarta, 5 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso tak pernah bermimpi menjadi seorang jenderal. Menurut Budi Waseso, kariernya sebagai jenderal hanya keberuntungan saja. "Sudah saya sampaikan ke Kapolri dan Presiden, satu hari menjadi Kabareskrim kalau tidak cocok, copot saya saja," kata Budi Waseso saat sambutan acara Prakarsa Anak Bhayangkara di Graha Purna Wira Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juni 2015.

    Meski telah menjabat sebagai orang pertama di Bareskrim, Budi Waseso tak merasa hebat. Budi Waseso menyatakan hanya berkomitmen menjalankan tugas dan membela institusi Polri. "Karena saya dan keluarga saya dibesarkan dari beras Polri," ujar Budi Waseso.

    Saat ini, Budi Waseso merasa ada sejumlah pihak yang sengaja ingin menjatuhkannya dari jabatan Kabareskrim. Misalnya seperti mengaitkan hubungannya dengan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

    Budi Gunawan pernah gagal menjadi Kapolri lantaran ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan gratifikasi. Budi Waseso menegaskan tidak ada maksud untuk membela perorangan di Polri.

    "Ini salah satu upaya untuk menjatuhkan saya. Padahal, saya membela Polri, bukan perseorangan."

    Selain itu, banyak pihak yang mempermasalahkan harta kekayaannya yang tak kunjung dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Pernyataannya beberapa waktu lalu, kata Budi Waseso, sempat dipelintir media. Budi Waseso mengaku tak pernah menyatakan tidak mau melaporkan hartanya.

    "Saya hanya minta KPK dan masyarakat membantu saya. Daripada saya sendiri, nanti keliru. Jadi, saya minta masyarakat juga mengawasi saya," ujar Budi Waseso.

    Meski merasa banyak dikabarkan dalam pemberitaan miring, dia berujar, tak akan gentar menghadapi upaya-upaya penjegalannya. "Itu semua fitnah, hanya untuk menzolimi saya. Saya tidak akan gentar. Anjing menggonggong, kafilah berlalu," tutur Budi Waseso.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.