Menteri Anies Ucapkan Dukacita atas Meninggalnya Menteri Timor Leste

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan : Baca Buku, Faktor Pembangun Bangsa

    Anies Baswedan : Baca Buku, Faktor Pembangun Bangsa

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menyampaikan dukacitanya atas wafatnya Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Pendidikan Timor Leste Fernando de Araujo. "Saya sampaikan dukacita yang mendalam,. Almarhum adalah orang yang baik," kata Anies dalam pernyataan tertulis, Selasa, 2 Juni 2015.

    Padahal, ucap Anies, dia baru saja bertemu dan berdiskusi panjang dengan Araujo tiga pekan lalu dalam pertemuan menteri pendidikan se-Asia Tenggara di Thailand. Anies juga seharusnya mengunjungi Araujo di Dili, Timor Leste, pada akhir tahun ini. "Kita sudah berencana mengadakan beberapa kerja sama," ujar Anies.

    Kabar duka itu diterima Anies tadi pagi. Araujo juga dikenal dengan nama Fernando Lasama, yang lahir di Manutasi, Ainaro, 26 Februari 1963. Dia adalah Presiden Partai Demokrat di Timor Leste. Karier politik Fernando sangat cemerlang hingga pernah menjabat Wakil Perdana Menteri Timor Leste dan Presiden Parlemen Nasional.

    Fernando muda bersama rekan-rekannya, seperti Mariano Sabino Lopes, mendirikan Partido Democrático pada 10 Juni 2001 di Dili. Partai itu kemudian menjadi peserta pemilu pada 2001. 

    Araujo lahir dari keluarga petani. Dia menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Becora. Kemudian dia menempuh pendidikan di Universitas Udayana, Bali. Dia tak melanjutkan pendidikan karena terlibat gerakan bawah tanah melawan militer Indonesia di Timor Timur saat itu. 

    Setelah Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia melalui referendum, dia mengambil kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya di Universitas Melbourne, Australia.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.