Kasus UN Bocor, Bareskrim Bakal Periksa Direktur PNRI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolsek Johar Baru, Wiyono SH mendatangi Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia saat polisi melakukan penggeledahan terkait kebocoran soal Ujian Nasional (UN) di Jakarta, 15 April 2015. Kasus kebocoran soal Ujian Nasional (UN) melalui internet membuat polisi melakukan penggeledahan di Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia. Tempo/Aditia Noviansyah

    Kapolsek Johar Baru, Wiyono SH mendatangi Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia saat polisi melakukan penggeledahan terkait kebocoran soal Ujian Nasional (UN) di Jakarta, 15 April 2015. Kasus kebocoran soal Ujian Nasional (UN) melalui internet membuat polisi melakukan penggeledahan di Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, JakartaKepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan akan memanggil direksi Perusahaan Umum Percetakan Negara RI (PNRI) untuk diperiksa dalam kasus kebocoran naskah soal ujian nasional. Namun Budi tidak merinci direktur apa yang akan diperiksa terlebih dulu sebagai saksi.

    "Pasti nanti akan dipanggil. Ini sedang dievaluasi penyidik dari hasil pemeriksaan sebelumnya," kata Budi saat ditemui seusai acara Prakarsa Anak Bhayangkara di Graha Purna Wira, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juni 2015. 

    Penyidik Bareskrim telah memeriksa 13 karyawan PNRI. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Herry Prastowo mengatakan pihaknya telah mengantongi nama tersangka. Namun ia menolak menyebutkan nama itu lantaran masih menunggu keterangan resmi dari Google di Amerika ihwal verifikasi akun pengunggah naskah soal ujian nasional. "Nanti kalau sudah ada keterangan resmi dan namanya cocok, baru kami ungkapkan," ujar Herry saat itu.

    Sebanyak 30 dari 11.730 paket soal ujian nasional diketahui bocor dan terdapat di Google Drive. Paket soal tersebut  terdiri atas enam mata pelajaran yang diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah jurusan ilmu pengetahuan alam. Yakni matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, fisika, kimia, dan biologi.

    Paket naskah soal yang bocor itu diketahui memiliki kode naskah untuk tujuan Provinsi Aceh. Percetakan Negara RI adalah perusahaan percetakan yang menangani pencetakan naskah ujian nasional tujuan Serambi Mekah tersebut.

    Kasus ini terkuak melalui laporan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang menyatakan ada kebocoran naskah ujian nasional. Polisi kemudian langsung menggeledah tempat percetakan Perum PNRI. Bareskrim menduga ada keterlibatan pihak percetakan dalam kasus tersebut. 

    DEWI SUCI RAHAYU


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.