Takut yang Daftar Minim, Pansel KPK Jemput Bola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berpose usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berpose usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta -  Banyaknya kasus yang dialami para pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu terakhir ini membuat sejumlah anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK tidak yakin jumlah pendaftar pimpinan lembaga antirasuah itu akan banyak. “Ada (anggota Pansel KPK) yang merasa discourage,” kata juru bicara Pansel KPK, Betti Alisjahbana, saat dihubungi, Senin, 1 Juni 2015.

    Untuk mengatasi kekhawatiran itu, Betti mengatakan pihaknya akan melakukan jemput bola terhadap calon-calon  yang dinilai cocok menduduki kursi pimpinan KPK. “Jemput bola akan kami lakukan sedini mungkin.”

    Menurut Betti, Pansel KPK akan menempuh beberapa cara. Pertama, Pansel KPK akan mengumpulkan para pemimpin redaksi media massa untuk berdiskusi dan meminta mereka memberikan nama tokoh nasional yang dinilai berintegritas. Pansel juga akan mengundang sejumlah perwakilan asosiasi profesi untuk meminta masukan berupa nama-nama yang dinilai berkualitas.

    Selain itu, tokoh lintas agama juga akan diminta berpendapat. “Teman-teman dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta polisi antikorupsi akan kami undang juga,” kata Betti.

    Kelompok-kelompok itu diharapkan bisa memberikan masukan bagi Pansel KPK untuk mengidentifikasi nama-nama yang memenuhi syarat sebagai pimpinan KPK. “Semua kami libatkan untuk mendapatkan calon pimpinan KPK yang berkualitas,” katanya.

    Pansel KPK membuka pendaftaran pimpinan KPK pada 5-23 Juni 2015. Betti berharap minimal ada 32 putra-putri terbaik bangsa yang mau mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. “Karena kami akan memilih delapan, harapannya minimal yang mendaftar empat kali lipatnya,” katanya.

    MITRA TARIGAN



  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.