Harga Naik, Produksi Ayam di Jawa Barat Surplus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli ayam pejantan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 26 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Warga membeli ayam pejantan di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, 26 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung -- Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha mengatakan produksi ayam di wilayahnya surplus. “Hitungan di atas kertas, surplus sampai 70 persen,” kata Doddy saat dihubungi Tempo, Senin, 1 Juni 2015.

    Doddy mengatakan, sejumlah isu sempat beredar yang diduga mengerek harga daging ayam. Di antaranya, isu penurunan produksi DOC (day old chicken) yang disebut menjadi pemicu turunnya suplai. “Tapi, kalau dilihat dari data yang masuk dari perusahaan dan laporan kabupaten/kota, masih surplus,” kata Doddy.

    Menurut Doddy, produksi unggas Jawa Barat, misalnya, menembus 661 ribu ton, dan dari jumlah itu, 579 ribu tonnya adalah daging ayam ras. Sekitar 30 persennya untuk konsumsi lokal Jawa Barat. “Sementara hitungan kebutuhan sampai menjelang hari raya hanya 247 ribu ton,” kata Doddy.

    Doddy mengatakan, tren harga naik ini hanya memanfaatkan momen menjelang Ramadan. “Kalau kenaikannya berkisar 5-15 persen, masih wajar. Hitungannya, dengan harga di pasar saat normal berkisar Rp 28-29 ribu per kilogram, kenaikan harga maksimal Rp 3.000-an masih wajar. “Kalau sudah di atas 20 persen, tidak normal, ada sesuatu,” kata Doddy.

    Menurut Doddy, dinasnya belum melihat indikasi adanya persoalan stok bahan makanan, khususnya daging, menjelang hari raya Lebaran. “Belum terlihat ada masalah, seperti yang kita khawatirkan, produksi enggak ada, sementara permintaan menghadapi puasa naik,” kata Doddy.

    Khusus telur ayam, Jawa Barat terhitung rentan karena ketergantungannya dari pasokan daerah di luar wilayahnya. “Telur masih dipasok dari luar Jawa Barat, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sumatera,” kata Doddy.

    Adapun khusus daging sapi, stoknya aman. Kendati produksi sapi lokal hanya memasok sekitar 27 persen kebutuhan daging, Doddy mengklaim, pasokan dari daerah di luar Jawa Barat surplus. “Pemerintah juga berencana memasukkan sapi impor kalau pasokan sapi lokal kurang untuk kebutuhan hari raya Lebaran,” kata Doddy.

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mencatat kenaikan harga daging ayam menembus Rp 4.000 sepanjang Mei. Pekan pertama Mei 2015, misalnya, harga daging ayam masih berkisar Rp 28 ribu per kilogram, tapi pekan terakhir sudah menembus Rp 32 ribu per kilogram.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.