Usai Bertemu Kalla, Ical Bungkam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aburizal Bakrie (kiri) berjabat tangan dengan Agung Laksono, disaksikan oleh Wapres Jusuf Kalla dalam kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. Kedua belah pihak bersepakat usai melakukan perundingan sejak Desember 2014 - Maret 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Aburizal Bakrie (kiri) berjabat tangan dengan Agung Laksono, disaksikan oleh Wapres Jusuf Kalla dalam kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. Kedua belah pihak bersepakat usai melakukan perundingan sejak Desember 2014 - Maret 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Bali, Aburizal Bakrie, malam ini bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinasnya Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Seusai pertemuan, Ical-sapaan akrab Aburizal-memilih bungkam.

    Ical datang sekitar pukul 20.00 WIB didampingi oleh pengusaha Erwin Aksa dan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham. Sebelum masuk ke rumah Kalla, Idrus membenarkan adanya pertemuan para petinggi partai beringin tersebut. "Iya malam ini ada pertemuan bahas tentang PN Utara," kata Idrus, Senin, 1 Juni 2015. PN Utara merupakan tempat digelarnya sidang sengketa dua kubu Golkar.

    ‎Pertemuan tak berlangsung lama, pukul 21.00 WIB, tiga unit mobil terlihat meninggalkan rumah Kalla. Tiga mobil tersebut adalah Alphard hitam bernomor polisi B-1237-TYW, VW Caravelle silver cokelat‎, serta Lexus hitam B-2-KMP, milik Idrus Marham. Baik Ical, Idrus, maupun Erwin terlihat menumpang mobil VW Caravelle silver. 

    Mereka berlalu tanpa memberikan komentar apa pun. Saat dikonfirmasi, penjaga rumah Kalla membenarkan ketiga orang tersebut memang sudah meninggalkan rumah. "Sudah habis, tak ada siapa-siapa lagi," ujarnya. ‎

    Sebelumnya, pada tanggal 25 Mei 2015, Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, juga menemui Jusuf Kalla. Dalam pertemuan itu disepakati kedua kubu akan membentuk tim khusus yang bertugas menjaring calon kepala daerah. Kedua kubu akhirnya menyepakati islah sementara pada Sabtu, 30 Mei 2015.

    Sebelumnya, kepada Ical, Kalla menawarkan empat formula islah. Pertama, kedua belah pihak mengedepankan kepentingan partai dan kader. Kedua, kedua belah pihak dapat bekerja sama dalam menjaring kader-kader sebagai calon kepala daerah.

    Ketiga, terkait dengan kriteria calon kepala daerah yang akan didaftarkan ke KPU, kedua kubu akan membahas dan menyetujui hal itu secara bersama-sama. Terakhir, yang akan mengajukan calon adalah DPP yang diakui oleh KPU.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.