Nonton Film Tahun 1979 Bikin Menteri Anies Bersemangat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan melihat poster pahlawan nasional saat blusukan ke Kampung Matematika, di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 11 April 2015. Anies memberikan pesan kepada para murid Kampung Matematika untuk menanamkan mindset bahwa pelajaran matematika bukanlah mata pelajaran yang sulit. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan melihat poster pahlawan nasional saat blusukan ke Kampung Matematika, di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 11 April 2015. Anies memberikan pesan kepada para murid Kampung Matematika untuk menanamkan mindset bahwa pelajaran matematika bukanlah mata pelajaran yang sulit. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengakui kehebatan sebuah film. Menurut Anies, film dapat memberikan dampak yang dahsyat bagi seseorang.

    Anies sudah membuktikan sendiri pengalaman itu. "Saya sangat bersemangat saat nonton film buatan Teguh Karya saat masih SD,” kata Anies di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin, 1 Juni 2015.

    Yang dimaksud Anies adalah film berjudul November 1828. Meski tidak ingat siapa saja para artis pemain film yang dirilis pada 1979 itu, Anies mengatakan kisahnya sangat membekas di pikiran.

    Anies mengaku masih ingat jalan cerita dalam film yang mengisahkan perjuangan Pangeran Diponegoro ini. “Setelah nonton film itu, saya langsung semangat untuk berjuang,” katanya.

    Senada dengan Anies Baswedan, anggota Komisi Pemerintahan DPR, Meutya Hafid, menyatakan film juga bisa memberikannya ingatan yang kuat. Salah satu film yang berkesan buat Meutya adalah film Cut Nyak Dien. “Saya juga menontonnya saat masih SD,” katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.