Kasus Sawah Fiktif, Dirut PT Pelindo II: Saya Ini Menyumbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelindo Richard Joost Lino, tiba di gedung KPK Jakarta, 15 April 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Direktur Utama PT Pelindo Richard Joost Lino, tiba di gedung KPK Jakarta, 15 April 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Hamburg -Direktur Utama PT Pelindo II R.J. Lino membenarkan bahwa perusahaannya menjadi salah satu penyumbang dana proyek cetak sawah baru seluas 100 ribu hektare. Bantuan itu diberikan melalui program corporate sosial responsibility (CSR) periode 2012-2014.

    Selain PT Pelindo II, badan usaha milik negara yang ikut menyumbang proyek ini adalah BRI, BNI, PT Askes, PT Pertamina, PT Hutama Karya, dan PT Perusahaan Gas Negara. Proyek mencetak sawah baru di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ini dipercayakan kepada PT Sang Hyang Sri, perusahaan BUMN di bidang pangan.

    Namun, dalam perjalannya proyek tersebut tidak terealisasi, Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri sedang mengusut kasus ini. Polri mensinyalir ada tindak pidana korupsi. R.J. Lino adalah salah satu direktur utama perusahaan BUMN yang dipanggil polisi. "Kami ini menyumbang, kenapa disalahkan," ujar Lino kepada wartawan, termasuk Tempo, di Hamburg, Jerman, Senin 1 Juni 2015.

    Lino menjelaskan, PT Pelindo II mendapat surat resmi dari Kementerian BUMN, yang ketika itu pejabat menterinya Dahlan Iskan. Isi suratnya adalah imbauan soal sumbangan untuk program swasembada pangan.  "Kami menyumbang atas perintah pemegang saham (Kementerian BUMN)," kata Lino. 

    Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso berencana memanggil mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Pemanggilan itu sehubungan dengan perkara proyek sawah fiktif di Kabupaten Katapng, Kalimantan Barat. "Pasti akan dipanggil, dimintai keterangan. Kan sebagai pertanggungjawaban beliau," kata Budi Waseso, Sabtu, 30 Mei 2015.

    Dahlan, menurut Budi, akan dimintai keterangan selaku Menteri BUMN saat program CSR itu dicetuskan. "Secara fisik, kegiatan itu (cetak sawah) tidak ada. Kami duga ada penyimpangan dana itu," ungkap Budi.

    Sampai berita ini diturunkan Dahlan Iskan belum bisa dikonfirmasi. Dalam blognya, Dahlan pernah mengunggah tulisan tentang bagaimana upsya BUMN mencari lahan 80 ribu hektare hingga menemukannya di Kabupaten Ketapang. Artikel itu diunggah pada 24 Desember 2012.

    YOS RIZAL (JERMAN)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.