Demi Kantor Baru PDIP, Mega Ngamen Rp 12 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri saat berkeliling melihat ruangan kantor baru di Jalan Diponegoro No.58, Jakarta, 1 Juni 2015. Kantor baru ini dibangun dengan biaya Rp 42,6 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Megawati Soekarnoputri saat berkeliling melihat ruangan kantor baru di Jalan Diponegoro No.58, Jakarta, 1 Juni 2015. Kantor baru ini dibangun dengan biaya Rp 42,6 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak segan menjual suaranya demi mencari dana pembangunan kantor pusat PDIP. Suara Mega ternyata menyumbang hingga Rp 12 miliar dari Rp 42,6 miliar total dana pembangunan kantor mewah yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat itu.(baca:Kantor PDIP Senilai Rp 42 Miliar )

    Saat itu, Mega menyadari ada kekurangan dana pembangunan gedung. Lalu, dalam sebuah acara yang dihadirinya, Mega berinisiatif menyanyi secara live didampingi grup band. "Ibu bilang, 'saya mau nyanyi tapi siapa yang mau nyumbang untuk kantor DPP?'" ujar Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menceritakan kejadian itu, di sela-sela acara peresmian Kantor DPP PDIP, Senin, 1 Juni 2015.(baca: Punya Kantor Megah, Mega Ingin PDIP Tiru Partai di Amerika)

    "Akhirnya ada yang nyumbang lima ratus juta, tiga ratus juta. Sampai akhirnya terkumpul sekitar dua belas miliar," kata Hasto. Mega lalu menyanyikan beberapa lagu pop lawas. Salah satunya, My Way, lagu Frank Sinatra yang menjadi kesukaan Presiden kelima Indonesia ini.

    Tak hanya dari melelang nyanyian, Mega juga mencari dana dengan menjual lukisan. Beberapa lukisan potret Bung Karno yang dilukis seorang teman dibubuhi tanda tangan Mega lalu dilelang. "Dana dari itu juga banyak membantu pembangunan gedung baru," kata Hasto.

    Hari ini, Senin 1 Juni 2015 gedung baru itu diresmikan. Gedung baru ini dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dan berkelir putih.(baca:Tak Ada Peletakan Batu Pertama Kantor PDIP)

    Lima pilar besar berwarna merah terpancang menghadap jalan raya. Menurut Hasto, pilar ini melambangkan lima sila dalam Pancasila.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.