Saring Kandidat, Pansel KPK Gandeng NU dan Muhammadiyah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok masyarakat, guna membantu menyeleksi kandidat calon pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

    Juru bicara panitia seleksi pimpinan KPK, Betti Alisjahbana, menjelaskan lembaga yang dilibatkan, antara lain forum pemimpin redaksi, kelompok strategis, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, kelompok lintas agama, hingga asosiasi profesi.

    "Biasanya yang bisa meyakinkan calon-calon yang memenuhi syarat untuk menjadi pimpin KPK, adalah orang-orang yang mengenal para calon itu secara baik,” kata Betti di Sekretariat Negara, Senin, 1 Juni 2015.

    Hari ini panitia seleksi pimpinan KPK mengadakan rapat internal untuk membahas pelibatan berbagai pihak dalam menyeleksi calon pimpinan KPK. "Pada intinya kami ingin menyiapkan pentingnya orang-orang yang memiliki syarat dan kriteria untuk ikut dalam seleksi. Kami ingin masyarakat ikut terlibat karena KPK milik kita semua," ujar Betti.

    Menurut Betti, masing-masing kelompok itu akan diundang untuk ikut membahas dan menyeleksi calon pimpinan KPK. Selain untuk meyakinkan kandidat potensial, kelompok masyarakat itu juga bisa mengusulkan nama yang dianggap memenuhi syarat menjadi pimpinan komisi antirasuah tersebut. Namun, dia menjamin semua nama akan disaring sesuai prosedur.

    Pada 21 Mei lalu, Presiden Jokowi mengumumkan sembilan orang panitia seleksi pimpinan KPK. Mereka semuanya wanita, yakni Destry Damayanti yang merupakan ekonom dan ahli keuangan. Ia ditunjuk sebagai ketua panitia seleksi.

    Selain itu ada Enny Nurbaningsih (pakar hukum tata negara dan Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional), ia bertindak sebagai wakil ketua panitia seleksi. Ada juga Harkristuti Harkrisnowo (pejabat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), Betti Alisjahbana (ahli teknologi dan informasi asal ITB), dan Yenti Ganarsih (pakar pencucian uang).

    Nama lainnya adalah Supra Wimbarti (psikolog), Natalia Subagyo (ahli tata kelola pemerintahan), Diani Sadiawati (pejabat di Bappenas), dan Meuthia Ganie Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial).

    Mereka akan membuka pendaftaran calon pimpinan KPK pada 5 Juni 2015. Selama proses penyaringan panitia seleksi berkantor di Sekretariat Negara.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.