Devi Triasari, Lulusan Terbaik UNS, Sempat Ingin Jadi TKW

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Devi Triasari, mendapatkan gelar sarjana hukum tanpa mengandalkan biaya dari orang tuanya. Ia memenuhi kebutuhannya dengan berjualan pulsa serta mengajar les privat ditambah uang beasiswa Rp 600 ribu per bulan.  TEMPO/Ahmad Rafiq

    Devi Triasari, mendapatkan gelar sarjana hukum tanpa mengandalkan biaya dari orang tuanya. Ia memenuhi kebutuhannya dengan berjualan pulsa serta mengajar les privat ditambah uang beasiswa Rp 600 ribu per bulan. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Devi Triasari, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (ONS), Solo, Jawa Tengah, menjadi lulusan terbaik yang akan diwisuda pada pertengahan Juni ini. Putri dari pasangan buruh tani dan pembantu rumah tangga di Ngawi, Jawa Timur, ini memperoleh nilai nyaris sempurna dengan IPK 3,99 dalam skala 4.

    Padahal, saat masih sekolah di sekolah menengah kejuruan, Devi tidak terpikir jika dia mampu kuliah. "Sebab memang orang tua tidak punya biaya," kata Devi, Senin, 1 Juni 2015. Dua saudara kandungnya bahkan harus puas dengan hanya memiliki ijazah sekolah dasar (SD).

    Baca juga:
    Lulusan Terbaik UNS, Devi Tidur di Gudang Saat Daftar Kuliah

    Devi juga sempat berpikir ingin bekerja sebagai buruh migran di Jepang. "Tergiur cerita tingginya gaji pekerja di Jepang," katanya. Rencana itu sempat disampaikan kepada guru pembina konseling di sekolahnya.

    Namun untuk bisa bekerja di Jepang, dia harus mampu berbahasa Jepang. "Ternyata harus kursus terlebih dahulu," katanya. Rencana itu harus dikubur dalam-dalam lantaran ia tidak memiliki biaya untuk kursus.

    Selepas SMK, Devi sempat bekerja selama satu tahun di sebuah perusahaan kontraktor. Setelah itu, dia berupaya mendaftar kuliah di universitas negeri melalui jalur beasiswa Bidik Misi.

    Dekan Fakultas Hukum UNS Supanto mengaku bahwa sejumlah tawaran beasiswa sudah mengalir untuk mahasiswinya yang berprestasi itu. Beberapa tawaran dikirim melalui pihak kampus. "Kami menyerahkan kepada Devi untuk memilihnya," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.