Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hossein, Bocah Imut Pengungsi Rohingya Berkisah Impiannya  

image-gnews
Seorang anak pengungsi Rohingya berdiri di tengah tumpukan baju bekas sumbangan di Posko Pengungsi Rohingya dan Bangladesh, Desa Bayeun, Rantau Selamat, Aceh Timur, 28 Mei 2015.TEMPO/Moyang Kasih Dewimerdeka
Seorang anak pengungsi Rohingya berdiri di tengah tumpukan baju bekas sumbangan di Posko Pengungsi Rohingya dan Bangladesh, Desa Bayeun, Rantau Selamat, Aceh Timur, 28 Mei 2015.TEMPO/Moyang Kasih Dewimerdeka
Iklan

TEMPO.CO, Aceh Timur -- Bocah laki-laki berkaus hitam mendekati pos penjaga Posko Pengungsi Bangladesh dan Rohingya di Desa Bayeun, Aceh Timur, sambil tersenyum lebar. Dia langsung disambut riuh beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Brimob yang ada di dalam pos.

"Sini, Hossein. Sudah mandi belum?" tanya mereka saat Tempo berada di sana, Kamis, 28 Mei 2015.

Hossein tersenyum makin lebar. "Mandi? Yes yes," ucap dia. Bocah itu lantas mengoceh dalam bahasa Myanmar yang tak seorang pun paham. Walau begitu, dia tetap saja bercerita sambil tertawa-tawa.

Petugas keamanan yang iseng membalas percakapan Hossein dalam bahasa Aceh. Percakapan itu memicu gelak tawa semua orang.

Dari semua anak-anak pengungsi Rohingya, Hossein yang terlihat paling dekat dengan petugas dan relawan di posko. Sifatnya yang ceria membuat petugas senang menggodanya. Sedikit-sedikit bocah berusia 10 tahun itu pun mulai belajar bahasa Indonesia. Mandi, makan, pusing, dan nyamuk sudah menjadi kosakatanya.

Kepada Tempo, dalam bahasa Inggris sepotong-sepotong, Hossein bercerita bahwa dia di posko bersama kakak perempuannya yang berusia 15 tahun dan abangnya yang masih 12 tahun. Ayah dan Ibu mereka masih di Myanmar. "Malaysia. Brother 17 years old there," ucap Hossein menjelaskan bahwa negara tujuannya sebenarnya adalah Malaysia. Abang tertuanya sudah lebih dulu di Negeri Jiran untuk bekerja.

Tiga kakak-beradik itu menumpang perahu dari Arkan, distrik asal mereka di Myanmar, untuk menuju Malaysia. Perahu itu membawa mereka ke sebuah kapal yang diisi ratusan pengungsi Rohingya dan pencari kerja Bangladesh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kapal itu ditolak oleh Thailand dan Malaysia hingga akhirnya memasuki perairan Aceh. Mereka berada di laut selama nyaris empat bulan. Nelayan Aceh membawa para pengungsi itu dari tengah laut ke daratan.

Hossein, melalui salah seorang pengungsi yang bisa berbahasa Inggris lebih lancar, mengatakan kepada Tempo bahwa dia dan saudaranya meninggalkan Myanmar karena ketakutan.

"Saya lihat orang-orang di kampung saya dibunuh," kata dia sambil menaruh tangan di leher. Senyum cerianya hilang saat menceritakan kisah itu.

Mereka berharap bisa menyusul saudara tertua di Malaysia dan memulai hidup baru di sana. "Ayah dan Ibu akan menyusul dengan pesawat nanti," kata Hossein.

MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

120 Warga Etnis Rohingya Dievakuasi dari Laut ke Daratan Aceh

31 Desember 2021

Sebuah perahu yang membawa pengungsi Rohingya, termasuk perempuan dan anak-anak, terlihat terdampar di perairan lepas pantai Bireuen, provinsi Aceh, Indonesia, Senin, 27 Desember 2021. Indonesia akan mengizinkan kapal yang penuh dengan Rohingya yang terdampar di lepas pantainya untuk berlabuh. Aditya Setiawan via REUTERS
120 Warga Etnis Rohingya Dievakuasi dari Laut ke Daratan Aceh

Saat mendarat, para pengungsi Rohingya yang mayoritas perempuan dan anak-anak tersebut dalam kondisi lemas dan kedinginan.


Ribuan Pengungsi Rohingya di Pulau Terpencil Protes

1 Juni 2021

Ribuan Pengungsi Rohingya di Pulau Terpencil Protes

Pengungsi Rohingya ini protes terhadap kondisi kehidupan di pulau Bhashan Char, Bangladesh, yang rawan topan.


Bangladesh Lanjutkan Pemindahan Ribuan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

28 Januari 2021

Puluhan warga Rohingya berada diatas kapal saat akan dipindahkan ke pulau Bhasan Char dekat Chattogram, Bangladesh, 29 Desember 2020. Bangladesh meyakinkan hanya mengirimkan orang-orang yang mau direlokasi, kendati relokasi diperlukan untuk mengurangi kepadatan di kamp-kamp pengungsian yang dihuni oleh lebih dari satu juta etnis Rohingya. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Bangladesh Lanjutkan Pemindahan Ribuan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Pemerintah Bangladesh akan merelokasi 2-3 ribu pengungsi Rohingya ke Pulau Bhasan Char.


100 Etnis Rohingya Ditahan Otoritas Myanmar

8 Januari 2021

Seorang pengungsi membawa poster saat melakukan aksi protes epatriasi atau pemulangan para pengungsi di kamp Unchiprang di Teknaf, Bangladesh, 15 November 2018. Para pengungsi Rohingya beralasan khawatir keselamatan jiwa raga mereka jika harus kembali ke Myanmar. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
100 Etnis Rohingya Ditahan Otoritas Myanmar

Hampir 100 etnis Rohingya ditahan oleh kepolsiain Myanmar dalam sebuah penggerebekan. Mereka dituduh melakukan perjalanan ilegal.


Perusahaan Israel Dituduh Dukung Militer Myanmar Genosida Etnis Rohingya

24 Desember 2020

Pengungsi Rohingya, yang melintasi perbatasan dari Myanmar dua hari sebelumnya, berjalan setelah mereka mendapat izin dari tentara Bangladesh untuk melanjutkan ke kamp-kamp pengungsi, di Palang Khali, dekat Cox's Bazar, Bangladesh 19 Oktober 2017. Bulan ini menandai peringatan kedua tentang pelarian lebih dari 730.000 Rohingya dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar barat laut ke Bangladesh setelah tindakan keras pimpinan militer dalam menanggapi serangan oleh gerilyawan Muslim di pos-pos polisi Myanmar. REUTERS / Jorge Silva / File Photo
Perusahaan Israel Dituduh Dukung Militer Myanmar Genosida Etnis Rohingya

Justice for Myanmar merilis laporan yang menyebut perusahaan Israel menjual teknologinya ke militer Myanmar untuk melakukan genosida terhadap Rohingya


Janda Rohingya Gugat Myanmar Rp 28 Miliar atas Pembunuhan Suaminya di Inn Din

12 Desember 2020

Ke-10 pria Rohingya yang ditangkap sebelum dibantai warga Buddha dan tentara Myanmar di Inn Din, Rakhine, Myanmar, 2 September 2017. Di antara 10 pria Rohingya tersebut merupakan nelayan, penjaga toko, seorang guru agama Islam dan dua remaja pelajar sekolah menengah atas berusia belasan tahun. Laporan pembantaian ini ditulis oleh dua wartawan yang kini diadili pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi. REUTERS
Janda Rohingya Gugat Myanmar Rp 28 Miliar atas Pembunuhan Suaminya di Inn Din

Seorang janda Rohingya menuntut kompensasi US$ 2 juta atas kematian suaminya yang dibunuh oleh tentara Myanmar di Inn Din, Myanmar barat, pada 2017.


Kemenangan Partai NLD Aung San Suu Kyi Cukup untuk Membentuk Pemerintahan

13 November 2020

Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi tersenyum usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende di Kementerian Luar Negeri Myanmar di Naypyitaw, Myanmar 6 Juli 2017. [REUTERS / Soe Zeya Tun]
Kemenangan Partai NLD Aung San Suu Kyi Cukup untuk Membentuk Pemerintahan

Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi mengamankan 322 kursi parlemen bikameral dalam pemilu Myanmar, jumlah kursi yang cukup untuk membentuk kabinet.


Aung San Suu Kyi Terpilih Lagi, Partai NLD Diprediksi Menang Pemilu Myanmar

9 November 2020

Pendukung Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memegang foto konselor Myanmar Aung San Suu Kyi ketika menunggu hasil penghitungan suara pemilu Myanmar di markas partai di Yangon, Myanmar, 8 November 2020.[REUTERS]
Aung San Suu Kyi Terpilih Lagi, Partai NLD Diprediksi Menang Pemilu Myanmar

Partai NLD Aung San Suu Kyi meraih 15 kursi dalam penghitungan suara sementara pemilu Myanmar 2020 pada Senin.


Partai Aung San Suu Kyi Diprediksi Menang Pemilu Myanmar

7 November 2020

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri makan siang khusus tentang pembangunan berkelanjutan di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, 4 November 2019. Suu Kyi akan muncul di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memperebutkan sebuah kasus yang diajukan oleh Gambia menuduh Myanmar melakukan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya, kata pemerintahnya, Rabu.[REUTERS / Soe Zeya Tun / File Photo]
Partai Aung San Suu Kyi Diprediksi Menang Pemilu Myanmar

Aung San Suu Kyi dan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), diprediksi kembali menang meski diterpa isu genosida etnis Rohingya


Komisi Pemilu Myanmar Batalkan Pemilu di Rakhine, 1 Juta Orang Tidak Memilih

17 Oktober 2020

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi pada Pengadilan Internasional (ICJ)
Komisi Pemilu Myanmar Batalkan Pemilu di Rakhine, 1 Juta Orang Tidak Memilih

Komisi Pemilu Myanmar membatalkan pemilu di Rakhine, lebih dari 1 juta orang tidak memberikan suara, 600 ribu di antaranya etnis Rohingya.