Polisi Duga Masih Ada Teroris di Gowa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Gowa - Kepala Kepolisian Resor Gowa Ajun Komisaris Besar Hery Marwanto mengatakan, pihaknya menduga masih ada anggota jaringan teroris lain yang bersembunyi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia menduga warga yang terlibat jaringan teroris masih cukup besar lantaran Kabupaten Gowa selama ini dikenal sebagai daerah transit.

    "Untuk itu, kami terus memperketat pengamanan hingga ke kampung-kampung," katanya, Minggu, 31 Mei 2015. Hery menambahkan, kepolisian terus mengawasi dan mempersempit ruang gerak anggota kelompok jaringan teroris yang diduga masih berada di Gowa.

    Sebelumnya polisi membekuk Abdul Kadir alias Abu Ayman, 25 tahun, warga Dusun Bontobaddo, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, yang diduga terlibat sebagai kurir senjata dalam jaringan kelompok teroris Santoso. Abdul Kadir ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di Poso saat akan membawa ratusan butir peluru yang diduga akan dipasok ke markas kelompok teroris Santoso di Poso.

    Hery pun meminta masyarakat melaporkan ke polisi jika melihat ada gerak-gerik warga yang mencurigakan. Ia juga meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga hingga ke pelosok. "Kami berharap daerah ini aman dari segala bentuk aksi teror," kata dia.

    Wakil Bupati Gowa Abbas Alauddin mengatakan, telah mengidentifikasi dugaan adanya anggota jaringan teroris di Gowa. Hal ini dilakukan pasca-tertangkapnya Abdul Kadir yang diduga merupakan anggota jaringan teroris Santoso.

    "Kami sudah sampaikan ke seluruh camat, kepala desa, dan lurah untuk memantau pergerakan warganya," katanya.

    Abbas menuturkan, untuk mengantisipasi adanya jaringan teroris lain di Gowa pihaknya juga melibatkan ketua RT/RW agar mendata seluruh warga di wilayahnya. Termasuk mendata seluruh pendatang yang berkunjung ke Gowa.

    Selain itu, pemerintah juga ikut melakukan pemantauan terhadap aktivitas organisasi Islam yang diduga ekstrem di Gowa. "Tapi sampai sekarang masih belum ada yang dicurigai ataupun diidentifikasi anggota jaringan teroris," kata Abbas.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.