Khofifah Minta Beras Miskin Digelontorkan Awal Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Bulog Aceh Besar untuk memastikan kualitas beras untuk rakyat miskin, 30 Mei 2015. ANTARA/Trisnadi

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Bulog Aceh Besar untuk memastikan kualitas beras untuk rakyat miskin, 30 Mei 2015. ANTARA/Trisnadi

    TEMPO.CO, Semarang -  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta agar beras untuk rakyat miskin (Raskin) segera digelontorkan pada awal Juni dan Juli. permintaan Kofifah itu untuk menjamin ketenangan masyarakan pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

    "Saya ingin dorong Bupati dan wali kota agar mendorong dikeluarkannya SPA (Surat Perintah Alokasi) supaya gudang divre dan sub divre seluruh Indonesia bisa mendistribusikan di awal Juni supaya yang puasa tenang karena stok cukup," kata Khoffifah saat berkunjung di gudang Bulog Randu Garut, Kota Semarang, Ahad 31 Mei 2015, petang tadi.

    Selain mendorong distribusi lebih cepat, Khofifah juga minta jaminan kualitas berasnya layak dikonsumsi. Ia berharap tim koordinasi Raskin bisa optimal bekerja sehingga Raskin tepat sasaran dan kualitasnya terjamin.

    "Jangan sampai di titik penerima tidak layak dikonsumsi karena sulit kembalikan ke gudang meskipun Bulog siap menggantikan," kata Khofifah menambahkan.

    Mantan calon Gubernur Jawa Timur itu mengaku menyempatkan ke gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan Raskin. Bahkan ia menyebutkan dalam kunjunganya pernah menemukan beras berjamur, berkutu, berbatu, dan menguning.

    "Pernah ditemukan seperti itu dan dikomunikasikan dengan Dirut Bulog, beliau menyataan bahwa digaransi," katanya.

    Hasil kunjunganya ke berbagai daerah menunjukan persediaan beras masih cukup. Menurut Khofifah dalam setahun butuh 2,7 juta ton raskin dengan dana Rp 18,9 tiriliun untuk 15,5 juta rumah tangga masing-masing 15 kg per bulan.

    Kepala Bulog Divre Semarang, Sugiarni menyatakan gudang beras di Randu Garut, saat ini tersedia 1.200 ton beras dari kebutuhan warga Kota Semarang sebanyak 300 ton.

    "Ini 1.200 ton ini untuk empat bulan. Sementara total beras yang ada di gudang kami sebanyak 22 ribu ton dari kebutuhan umum 5.500 sampai 5.600 ton setiap bulan," kata Sugiarni.

    Lembaga yang ia kelola punya delapan gudang selain di Kota Semarang, terdapat gudang di Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.