Harlah Pancasila, Pimpinan MPR Mulai Berdatangan ke Blitar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung Mantan Presiden RI Soekarno yang tampak sedang duduk dan memegang buku terpasang di depan pintu masuk Museum Bung Karno di Blitar (6/7).  Museum ini diresmikan pada tahun 2004. TEMPO/Aris Novia Hidayat.

    Patung Mantan Presiden RI Soekarno yang tampak sedang duduk dan memegang buku terpasang di depan pintu masuk Museum Bung Karno di Blitar (6/7). Museum ini diresmikan pada tahun 2004. TEMPO/Aris Novia Hidayat.

    TEMPO.CO, Blitar - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan malam ini, Ahad 31 Mei 2015, tiba di Blitar. Bersama seluruh pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkifli akan mengikuti penandatanganan manifesto Ini Baru Indonesia bersama Megawati Soekarno Putri besok pagi, Senin 1 Juni 2015.

    Kepala Sub Bagian Humas Pemerintah Kota Blitar Gigih Mardana mengatakan Kota Blitar ditunjuk MPR sebagai tempat penandatanganan dan peluncuran manifesto itu. "Manifesto ini untuk lebih membumikan Pancasila," katanya, Ahad 31 Mei 2015.

    Beberapa pimpinan MPR yang sudah hadir selain Zulkifli Hasan adalah Hidayat Nurwahid dari Partai Keadilan Sejahtera dan Mangindaan dari Partai Demokrat. Selain mereka, mantan wakil presiden Boediono juga sudah berkumpul di Hotel Tugu, Kota Blitar. Boediono datang sekaligus untuk menjenguk makam orang tuanya di sana.

    Menurut Gigih, para pejabat negara itu menyaksikan pawai lampion sebagai pembukaan Hari Lahir Pancasila bersama Megawati dan Puan Maharani malam ini. Esok harinya kegiatan dilanjutkan dengan kirab pusaka sebagai pembukaan harlah di alun-alun Kota Blitar. Pada acara itu juga akan dilangsungkan penandatanganan manifesto Ini Baru Indonesia oleh seluruh pimpinan MPR. "Ini baru pertama kali di Indonesia," kata Gigih.

    Dia juga memastikan kedatangan Presiden Joko Widodo. Rencananya presiden akan memulai peringatan harlah Pancasila pada pukul 07.45 wib besok. Seluruh kegiatan dipusatkan di halaman Balai Kota Blitar di depan alun-alun Kota Blitar.

    Seluruh jalan utama Kota Blitar malam ini dipenuhi ribuan orang. Mereka berjajar di pinggir jalan untuk menyaksikan pawai lampion yang baru pertama kali terjadi.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.