Megawati dan Puan Peringati Hari Pancasila di Blitar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat beri sambutan dalam peringatan Hari Kebangkitan Perempuan di GOR Otista, Jakarta, (22/12). Menurut Megawati, perempuan memiliki kapasitas memimpin. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat beri sambutan dalam peringatan Hari Kebangkitan Perempuan di GOR Otista, Jakarta, (22/12). Menurut Megawati, perempuan memiliki kapasitas memimpin. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Blitar - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Ia didampingi putrinya, Puan Maharani. Mereka dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni 2015. "Saya datang atas nama keluarga untuk menghadiri peringatan Hari Pancasila," kata Puan, Minggu, 31 Mei 2015.

    Mengendarai helikopter, Megawati dan Puan mendarat di Stadion Supriyadi, Blitar, sekitar pukul 15.20 WIB. Selanjutnya, kedua politikus PDI Perjuangan itu meluncur ke makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Blitar, yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari lokasi pendaratan.

    Memasuki kawasan makam, keduanya disambut ratusan warga. Puan, yang mengenakan kemeja lengan panjang berbahan jins dipadu dengan celana jins biru, melambaikan tangannya kepada mereka. Tanpa pengawalan ketat, mereka melenggang menuju pusara Bung Karno.

    Setelah berdoa selama kurang-lebih 20 menit, keduanya berjalan meninggalkan makam menuju kendaraan yang menunggu di depan pintu makam. Selanjutnya, rombongan keluarga Proklamator itu bergerak menuju Hotel Tugu, yang dijadikan tempat penginapan mereka. Rencananya, malam nanti mereka ikut menyaksikan pawai lampion yang digelar untuk memperingati Hari Pancasila.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.