HUT Surabaya, Risma: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta Selatan. TEMPO/Ngarto Februana

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta Selatan. TEMPO/Ngarto Februana

    TEMPO.COSurabaya - Dalam rangka peringatan hari ulang tahun Kota Surabaya yang ke-722 hari ini, 31 Mei 2015, seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya berkumpul di Lapangan Taman Surya depan Balai Kota Surabaya. Mereka berbaris rapi untuk mengikuti upacara. 

    Uniknya, mereka tidak memakai seragam pegawai negeri sipil, melainkan kostum cak dan ning Suroboyo. Tak terkecuali Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Upacara itu dibuka sebagaimana upacara bendera. 

    Selanjutnya, Risma memberikan penghargaan dan cendera mata kepada masyarakat yang dianggap mendukung perkembangan Kota Surabaya. Media massa yang dipandang berkontribusi terhadap upaya memajukan Surabaya juga diganjar penghargaan.

    Seusai pemberian penghargaan, tiba-tiba kerumunan wartawan dan warga yang mengabadikan momen penting Kota Surabaya itu disuruh menepi .Sebab halaman Balai Kota itu akan digunakan untuk penampilan tari anak-anak kecil.

    “Tolong menepi, karena ada penampilan tari remo arek cilik (anak kecil) sebanyak 722 siswa-siswi tingkat PAUD (pendidikan anak usia dini), TK (taman kanak-kanak), dan SD (sekolah dasar),” kata pembawa acara.

    Dengan alunan musik remo, tiba-tiba ratusan anak kecil datang dari kanan dan kiri gedung Balai Kota. Mereka langsung menyedot perhatian warga Surabaya yang menonton upacara, tamu undangan, dan media. 

    Anak-anak kecil penari itu memakai kostum yang sama, yaitu baju merah serta celana hitam, ikat kepala atau odheng merah, kaus kaki hitam, dan selendang warna putih. Mengikuti alunan musim remo, ratusan penari cilik itu berlenggak-lenggok layaknya penari profesional.

    Setelah tercengang melihat penampilan tari remo anak kecil tersebut, para tamu undangan kembali dibuat terkesima lewat atraksi tari kuda lumping yang diikuti oleh 722 siswa-siswi tingkat PAUD, TK, dan SD. Ratusan anak kecil itu membawa kuda lumping layaknya penari kuda lumping dewasa. Penampilan mereka bertambah menarik karena semua penari mengenakan kacamata hitam.

    Seusai acara hiburan, Risma melakukan telekonferensi dengan beberapa pedagang kaki lima di Surabaya. Kemudian Risma mengunjungi pesta rakyat yang menyajikan ribuan mangkuk makanan. 

    Risma juga sempat menyanyikan beberapa lagu Surabaya di tengah stan pesta rakyat itu. "Selamat ulang tahun yang ke-722 Surabaya," kata Risma. Wali kota perempuan pertama Surabaya itu juga mengajak warganya agar selalu bersatu, sehingga mampu bersaing dengan kota di negara-negara lain. "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," ujar Risma.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.