Hari Jadi Surabaya, Warga Beri Risma Kuda Poni  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima sajian Lontong Balap, kuliner khas Surabaya saat membuka Festival Kampung Lawas di kawasan Maspati gang 5 dan 6, Surabaya, 26 Mei 2015. Pemkot Surabaya membuat pelestarian kawasan kawasan kota tua sebagai salah satu aset wisata cagar budaya di Surabaya. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima sajian Lontong Balap, kuliner khas Surabaya saat membuka Festival Kampung Lawas di kawasan Maspati gang 5 dan 6, Surabaya, 26 Mei 2015. Pemkot Surabaya membuat pelestarian kawasan kawasan kota tua sebagai salah satu aset wisata cagar budaya di Surabaya. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapatkan hadiah seekor kuda poni dari Santoso Pankey, salah satu warga Kenjeran, Surabaya. Kuda poni jenis peranakan Persia yang selama ini dipelihara di Kenpark Kenjeren, Surabaya, itu dituntun pemiliknya masuk ke Balai Kota Surabaya dan diserahkan langsung ke Risma. “Ini kuda Persia, Bu. Hadiah untuk Surabaya,” kata Santoso, Minggu, 31 Mei 2015.

    Dengan senyum lebarnya, Risma mengucapkan terima kasih dan menerima kuda berumur delapan tahun itu. “Terima kasih,” ucap Risma.

    Santoso mengatakan hadiah kuda itu sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-722. "Saya serahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk dipelihara di Kebun Binatang Surabaya," ujarnya.

    Seusai menerima kuda poni itu Risma meninjau pesta rakyat yang digelar Pemerintah Kota Surabaya di sekeliling gedung balai kota. Pesta rakyat hari ini menyediakan berbagai macam makanan khas Surabaya. Ribuan warga hadir dalam acara itu untuk menikmati sekitar 4.000 porsi makanan yang disediakan.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.