Bustanil Masuk Ruang Tahanan Diiringi Isak Tangis dan Takbir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bustanil Arifin masuk ruang tahanan Polda Metro Jaya pada Rabu (9/1), sekitar 23.30 WIB, diiringi isak tangis dan seruan takbir anggota keluarganya. Bustanil masuk tahanan setelah menjalani pemeriksaan di ruang reserse. Saat berjalan dari ruang reserse menuju ruang tahanan, Bustanil, mengatakan semuanya sudah diserahkan kepada penasehat hukumnya. “Silahkan tanya pengacara saya,” kata Bustanil, yang berjalan dengan dipapah. Ia mengaku dalam keadaan sehat. Bustanil kemudian masuk ke ruang tahanan disertai pengacaranya, Dewi Kania. Saat Bustanil masuk tahanan, beberapa orang anggota keluarga dan sanak famili tidak kuasa menahan air mata. Mereka saling berpelukan. Gema takbir juga sempat terdengar. Dewi, sekeluar dari ruang tahanan, mengatakan bahwa Bustanil secara mental bisa menerima penahanan tersebut. “Apa boleh buat beliau memang harus menerima, memang itulah yang harus dihadapi. Insya Allah, mudah-mudahan Bapak bisa kuat,” katanya. Dewi menjelaskan bahwa pihaknya sudah berusaha keras agar kliennya bisa ditangguhkan penahanannya karena alasan kesehatan. Salah satunya adalah dengan memohon kepada polisi agar Bustanil bisa menjalani tahanan rumah. “Biar pun ditahan kami ingin tidak disini,” katanya berharap. Dewi percaya bahwa polisi benar-benar sudah berusaha memberikan jaminan kepada kliennya. “Semua sudah disiapkan, seperti dokter, perawat dan alat-alat kesehatan, semua dari Polda,” ungkapnya. Dia mengatakan bahwa saat ini dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan Bustanil. “Tapi belum ada hasil.” Sesaat sebelum Bustanil dibawa ke ruang tahanan, sempat terlihat Menteri Koperasi Ali Marwan Hanan mengunjungi Bustanil di ruang pemeriksaan. Ali tidak bersedia memberi komentar kepada para wartawan, diam, dan langsung memasuki mobil dinasnya. (Sam Cahyadi-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.