Tangkap 11 Begal, Polisi Sita Sepeda Motor dan Anak Panah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Makassar- Kepolisian Sektor Mariso meringkus 11 pemuda begal di sejumlah tempat berbeda di Makassar, pada Kamis lalu dan Jumat, 29 Mei.. Selain membegal, komplotan ini kerap membobol rumah dan mencuri dengan modus memecahkan kaca.


    "Semua satu komplotan. Tapi kalau beraksi berkelompok, 3-4 orang. Hasil kejahatan dipakai untuk membeli sabu atau miras," kata Kepala Polsek Mariso, Komisaris Syahrul.


    Anggota komplotan begal itu adalah Sahrul alias Calulu, 19 tahun, Anto (19), Andre (16), Muhammad Irwan alias Ciwang (20), Muhammad Nur Ikhsan (20), Adi Atma (22), Muhammad Basir (17), Haris (21), Arif (17), Herianto (17), dan Jordan (20). Semuanya warga Makassar. Mereka pengangguran dan ada pula kuli bangunan.


    Aneka barang bukti juga disita. Misalnya, tujuh anak panah, dua ketapel, sejumlah telepon seluler, beberapa busi, satu sepeda motor, sebuah bong, dan puluhan saset kosong yang diduga tempat menyimpan sabu.


    Menodong dan Merampas


    Lokasi kejahatan komplotan ini tersebar di Kecamatan Mariso, Kecamatan Rappocini, Kecamatan Mamajang, dan Kecamatan Ujung Pandang. Komplotan ini kerap melakukan begal terhadap pengendara bermotor. Terakhir, mereka sempat menodong pengendara bermotor dan merampas telepon selulernya, beberapa waktu lalu.


    Bahkan barang bukti sepeda motor yang disita pihaknya diketahui milik korban komplotan tersebut. "Mereka mengambil sepeda motor korban setelah terlibat kecelakaan. Rencananya, mau dijual hari ini tapi kami gagalkan," tutur Syahrul kemarin. Sampai kini, pihaknya belum mengetahui siapa pemilik kendaraan lantaran sepeda motor itu masih menggunakan pelat putih.


    Calulu cs juga pernah membobol rumah seorang pegawai negeri asal Mamasa di Jalan Rajawali. Dalam aksinya itu, mereka menggasak duit Rp 20 juta.


    Calulu mengakui perbuatannya, termasuk mencuri dengan kekerasan. Khusus kejahatan terakhir, modusnya dengan melemparkan busi atau menggores kaca mobil. Kaca mobil hanya retak yang kemudian didorong sehingga terbuka.


     Sementara itu, Haris yang ditangkap dengan barang bukti bong dan pipet mengatakan dirinya sebatas kurir dari seorang bandar sabu yang beralamat di Kerung-kerung, Kecamatan Makassar.


    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.