Tega, Ibu Muda Buang Bayi yang Montok ke Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memerlihatkan bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya di kamar emergency Rumah Sakit Sakinah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Sabtu (28/7). ANTARA/Rahmad

    Petugas medis memerlihatkan bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya di kamar emergency Rumah Sakit Sakinah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Sabtu (28/7). ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Kupang -  Seorang ibu muda di Kupang, Nusa Tenggara Timur, diduga  membuang bayi laki-laki yang baru dilahirkan di dekat Kali Ukitau, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Sabtu, 30 Mei 2015. Diduga bayi yang dilahirkan itu hasil hubungan gelap sang ibu.

    "Bayi itu ditemukan di kali mati di Ukitau oleh seorang warga yang kebetulan melintas," kata Ketua RT 45 RW 05 Kampung Ukitau, Marianus Rato, kepada Tempo.

    Bayi itu disangka sebagai batu saat ditemukan Isak, pekerja bangunan yang saat itu melintas di kali. Saat ditemukan, bayi yang diperkirakan dilahirkan 2-3 jam sebelumnya itu dalam keadaan hidup. "Bayinya laki-laki dan masih hidup dengan berat sekitar 4 kilogram," kata Marianus. 

    Meski masih hidup dan terlihat montok, kondisi bayi itu memprihatinkan. Bayi itu dibungkus jaket dan ditindih dengan batu, sehingga pelipisnya mengalami luka.

    Marianus mengatakan ibu anak itu tinggal di rumah kos dan diketahui telah memiliki dua anak, termasuk bayi yang ditemukan itu. "Biasanya malam hari ada laki-laki yang berkunjung ke kosnya." 

    Polisi telah menangkap perempuan yang diduga ibu bayi itu serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas medis dari Puskesmas Liliba datang ke lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi bayi yang ditemukan. Bayi dan ibu tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.