Sumatera Barat Bersedia Tampung Pengungsi Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 52 imigran asal Bangladesh dibariskan setiap pagi untuk dihitung di depan Posko Pengungsi Rohingya dan Bangladesh, di Desa Bayeun, Rantau Selamat, Aceh Timur, 28 Mei 2015.TEMPO/Moyang Kasih Dewimerdeka

    Sebanyak 52 imigran asal Bangladesh dibariskan setiap pagi untuk dihitung di depan Posko Pengungsi Rohingya dan Bangladesh, di Desa Bayeun, Rantau Selamat, Aceh Timur, 28 Mei 2015.TEMPO/Moyang Kasih Dewimerdeka

    TEMPO.CO Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan pihaknya siap menampung pengungsi etnis Rohingya yang masuk ke provinsi yang dia pimpin. "Kami di Sumatera Barat, bila ada pengungsi atau pelarian dari Rohingya, Myanmar, siap menerima,” katanya, Jumat, 29 Mei 2015.

    Komitmen tersebut merupakan wujud bantuan kemanusiaan. "Manusia punya hak hidup dan harus kita lindungi," ujarnya. Jika ada pengungsi ke Sumatera Barat, Irwan menjamin pemerintah setempat akan menjaga dan merawatnya. Dia juga memastikan bantuan bagi para pengungsi Rohingya sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.

    Irwan mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memang tak memiliki anggaran khusus untuk menampung etnis Rohingya. Namun hal itu bisa disiasati dengan penggunaan uang zakat. Menurut dia, pengungsi bisa dikategorikan sebagai mustahik zakat. "Berhak menerima zakat," ujarnya.

    Di Aceh, organisasi Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) juga berjanji akan menanggung kebutuhan buka puasa dan sahur para pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang kini ditampung di empat kabupaten/kota di Aceh.

    Perwakilan Parmusi  telah mengantar bantuan logistik ke empat kamp penampungan pengungsi di Aceh. “Insya Allah, nanti, saat Ramadan, Parmusi akan kembali menjamin kebutuhan buka puasa dan sahur untuk para pengungsi,” kata Ketua Pengurus Pusat Parmusi Usamah Hisyam di kamp Kuala Cangkoi, Aceh Utara.

    Usamah menambahkan, pihaknya juga akan memfasilitasi kelanjutan pendidikan ratusan anak pengungsi Rohingya di tiga penampungan. “Anak pengungsi banyak yang tidak sekolah. Baik yang tidak pernah sama sekali maupun yang telah putus gara-gara terdampar ke sini,” ujarnya.

    Sejauh ini, sejumlah anak pengungsi Rohingya masih dalam tahap pemulihan. Untuk sementara, mereka mengikuti kegiatan belajar yang digelar para relawan. Kegiatan itu, selain untuk menghibur, dilakukan untuk memulihkan kondisi mereka setelah dua bulan lebih terapung di lautan.

    ANDRI EL FARUQI | IMRAN M.A.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.