HUT Bogor, Gagahnya Bima Arya Naik Kuda Jantan Hitam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Arya Sugiarto. Dok.TEMPO/Seto Wardhana

    Bima Arya Sugiarto. Dok.TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Bogor - Perhelatan Pawai Festival Budaya 2015, yang menjadi salah satu rangkaian acara dalam peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533, yang dipusatkan di Jalan Raya Ahmad Yani- Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Jalak Harupat dan berakhir di Lapangan Sempur, Sabtu 30 Mei 2015 siang, dibanjiri ribuan warga Kota Bogor.

    Pawai dan arak-arakan kesenian, budaya nusantara dan puluhan mobil hias tersebut, dilepas oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, yang selanjutnya menunggangi sekor kuda jantan hitam bernama “Putra Ireng” ini didampingi oleh Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, dan pejabat Muspida Kota Bogor lainya ini langsung memimpin iring-iringan pawai yang menempuh jarak sekitar 2 kilomter.

    Sang empu dari kuda yang ditunggani oleh Wali Kota Bogor, mengaku jika kuda hitam kecoklatan tersebut merupakan kuda jantan berusia enam tahun yang lahir dan dibesarkan di daerah Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Bahkan kuda tersebut sempat ditawar oleh salah seorang penghobi kuda dengan harga Rp 60 juta. “"Namanya kuda jantan ini Putra Ireng, usianya 6 tahun,,” kata dia sambil mengarahkan kuda.

    Sementara itu, dibelakang pasukan kuda dalam iring-iringan pawai Festival Budaya 2015, dihadiri juga oleh Bupati Purwakarta, Dedy Maulana yang memimpin puluhan “Manusia Tanah’ yang ikut bergabung dalam pawai ini, mendapat perhatian dan memukau ribuan masyarakat Bogor yang menyaksikan kegiatan tersebut di sepanjang bahu jalan Jendral Sudirman.

    “Manusia Tanah ini merupakan kesenian khas Purwakarta yang memang menjadi pusat penghasil kerajianan kramik, filosopi lainya dalam kesenian Manusia Tanah yakni, manusia itu diciptakan dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah, “kata Bupati Purwakarta Dedy Mulyana, disele-sela pawai.

    Dia mengatakan, masyarakat Kabupaten Purwakarta yang ikut berpartisipasi untuk memeriahkan Festival Budaya di Kota Bogor ini karena antara Purwakarta dan Bogor tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Pajajaran.

    “Kita tidak dapat dipisahkan karena dulunya masih dalam satu Kerajaan pajajaran” kata dia.

    Dalam kegiatan tersebut, pihak Kepolisian Resor Bogor Kota dan Pemkot Bogor menutup tiga ruas jalan yakni Jalan Raya Ahmad Yani, Jalan raya Jendaral Sudirman, Jalan Jalak Harupat dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalan lain, Akibatnya, sejumlah akses jalan raya di Kota Bogor termasuk jalan Alternatif menuju Kota Bogor mengalami kemaveran parah akibat antrian kendraan.

    M SIDIK PERMANA

    VIDEO: Manusia Tanah di Gelaran Budaya Bogor 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.