Macan Kumbang Bikin Panik Pendaki Gunung Semeru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Verbena brasiliensis, tanaman semak tahunan yang berasal dari Amerika Selatan tumbuh di tepi Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru (4/6). Walau tampak indah, kemunculan tanaman asing ini mulai menimbulkan masalah di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). TEMPO/Abdi Purmono

    Verbena brasiliensis, tanaman semak tahunan yang berasal dari Amerika Selatan tumbuh di tepi Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru (4/6). Walau tampak indah, kemunculan tanaman asing ini mulai menimbulkan masalah di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Lumajang - Berkeliarannya macan kumbang (Panthera pardus melas) di jalur pendakian Semeru dilaporkan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pendaki gunung api tertinggi di Pulau Jawa. "Beberapa hari lalu ada laporan ihwal keberadaan harimau di jalur pendakian menjelang Ranu Kumbolo," kata pegiat Pencinta Alam Semeru (PAS), Cahyo, yang tidak mengetahui persis hari kemunculan macan ini, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Mei 2015.

    Cahyo mengatakan keberadaan harimau di jalur pendakian ini diketahui oleh dua kelompok pendaki di Pos 3, yaitu menjelang Ranu Kumbolo, danau air tawar di kaki Semeru. "Awalnya kelompok pertama yang berjumlah 14 pendaki berpapasan dengan harimau tersebut," kata dia. Keberadaan harimau ini juga diketahui dua pendaki yang berada agak jauh di belakang kelompok pertama.

    Kemunculan harimau tersebut diketahui sekitar pukul 18.00 WIB. "Harimau ini tingginya sekitar satu meter," ujar Cahyo, yang juga menerima laporan ihwal keberadaan harimau ini. "Kejadian ini langsung dilaporkan ke Pos Ranupane," katanya. Ketika berpapasan dengan harimau, belasan pendaki langsung bersembunyi di semak-semak di kiri-kanan jalur pendakian karena panik melihat harimau ini

    Para pendaki langsung turun ke Ranupane setelah insiden papasan dengan harimau. "Laporan ini langsung ditindaklanjuti pihak TN BTS dengan naik ke Pos 3," katanya. Jejak kaki harimau sempat difoto saat itu. Apa penyebab kemungkinan macan kumbang itu berkeliaran di jalur pendakian belum diketahui. Bagaimana macan kumbang ini sampai bisa berpapasan dengan manusia masih dianalisis pihak taman nasional.

    "Apa karena rantai makanan sudah mulai habis, masih dianalisis pihak TN BTS," kata Cahyo. Sementara itu, saat dikonfirmasi Sabtu siang ini, Kepala Balai Besar TN BTS Ayu Dewi Utari mengatakan lembaganya masih mengecek informasi tersebut. "Kalau toh benar, wajar saja, karena Semeru merupakan habitat macan kumbang," ujar Ayu.

    Ayu juga mengatakan sejumlah aturan sudah disampaikan ke pendaki saat pengarahan sebelum pendakian. "Tidak boleh mengganggu flora dan fauna, bahkan untuk sekedar mematahkan batang pohon," ujarnya. Selain itu, pihaknya juga sudah menginformasikan ihwal tidak boleh membuat suara serta tetap tenang jika berpapasan dengan satwa liar. "Tidak boleh mengganggu satwa yang dijumpai."

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.