Satu Tikaman di Ketiak, Ayah Bunuh Anak Kandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.COManado - Gara-gara merasa diperlakukan kasar, UH alias Us, 73 tahun, sampai hati menghabisi nyawa anaknya sendiri, Kamal Hakim, 43 tahun, Jumat malam, 29 Mei 2015, sekitar pukul 21.00 Wita. Pelaku dan korban sama-sama warga Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara.

    Sebuah tikaman di ketiak kiri langsung membuat Kamal, yang saat itu tengah menenggak minuman keras di teras rumahnya, tersungkur tak berdaya. Walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit, karena kehabisan darah, jiwa Kamal tak tertolong.

    Setelah menikam anaknya sendiri, Us langsung menyerahkan diri ke Kepolisian Sektor Singkil. "Usai menikam korban, pelaku langsung meninggalkan anaknya dan menuju Polsek Singkil untuk menyerahkan diri. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tak tertolong," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Manado Komisaris Dewa Made Palguna.

    Palguna menuturkan peristiwa pembunuhan itu berawal saat Kamal Hakim duduk-duduk di teras rumah sambil menenggak minuman keras. Adapun Us duduk bersebelahan dengan korban.

    Dalam kondisi teler, Kamal bertanya kepada Us soal istrinya yang minggat dari rumah. Karena merasa bukan urusannya, pertanyaan tersebut tak dihiraukan Us. Merasa disepelekan, Kalam yang tengah dalam pengaruh minuman keras pun naik pitam. Pertengkaran ayah dan anak tak terelakkan. Cekcok adu mulut itu makin panas. Kamal menendang kursi yang diduduki Us hingga terjatuh.

    "Tak disangka oleh korban, meski sudah berusia renta, pelaku masuk ke rumah untuk mengambil pisau. Lalu pelaku kembali ke teras dan menikam ketiak kiri anaknya hingga korban tergeletak," ujar Palguna. Setelah menyerahkan diri, pelaku langsung diperiksa penyidik.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.