Polisi Gulung Sindikat Joki Perguruan Tinggi Papan Atas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Kink Kusuma Rein

    Tempo/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Malang—Polisi berhasil meringkus lima koordinator perjokian masuk perguruan tinggi. Dua pelaku ditangkap di Yogyakarta dan tiga pelaku lagi dibekuk di Jakarta pada awal pekan ini. Mereka ditahan di Markas Kepolisian Resor Malang, Jawa Timur.

    Dari hasil pemeriksaan diketahui para pelaku  beroperasi sejak sembilan tahun silam. Sudah ratusan calon mahasiswa yang berhasil mereka bantu masuk ke sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta. Tapi Universitas Gadjah Mada dan Universitas Trisakti tetap jadi favorit lantaran mereka alumni dari dua perguruan tinggi ternama tersebut. Terungkap pula bahwa semua pemakai jasa joki tersebut berasal dari keluarga kaya.

    Kepala Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris Besar Aris Haryanto mengatakan komplotan itu mempunyai jejaring yang luas di sejumlah kota sehingga penangkapan mereka melibatkan  Kepolisan Daerah Jawa Timur, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

    Tiga pelaku yang ditangkap di Jakarta bernama Raufiq Asyari alias Rafa alias Nova, Mustolih alias Alex, dan Fajar alias Begeng. Adapun dua pelaku yang dicokok di Yogyakarta bernama Herwanto alias Anto alias Bowo dan Heronimus Cenaga alias Roni alias Densus.

    “Pusat koordinator perjokiannya ada di Yogyakarta. Para pelakunya sudah kaya raya. Mereka punya dua mobil, punya tiga-empat kos-kosan di Yogyakarta. Malah Herwanto alias Anto itu punya dua istri,” kata Aris, Sabtu, 30 Mei 2015.

    Menurut Aris kekayaan yang dipunyai para pelaku dari hasil mematok tarif tinggi kepada calon mahasiswa. Calon mahasiswa baru harus membayar panjar Rp 6 juta dan membayar antara Rp 150 juta sampai Rp 300 juta kepada mereka bila diterima di perguruan tinggi idaman.

    Calon mahasiswa harus membayar lebih mahal lagi bila ingin menembus fakultas bergengsi di perguruan tinggi negeri dan swasta ternama. Apalagi bila ingin masuk tanpa harus mengikuti ujian seleksi dan kehadiran calon mahasiswa itu diperankan joki. Tarif masuk fakultas kedokteran lewat jalur perjokian tetap yang termahal.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menambahkan Herwanto dan Heronimus Cenaga ditangkap di Yogyakarta. Dari mereka diburu tiga orang anggota jaringan yang sedang berada di Jakarta. Lalu petugas meminta tolong aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menggerebek dua hotel di daerah Grogol, Jakarta Barat.

    Di dua hotel itu para pelaku sedang mengajari calon mahasiswa baru cara mengoperasikan alat elektronik canggih yang akan digunakan saat mengikuti tes masuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

    “Penggerebekan itu kami lakukan pada Minggu (24 Mei 2015)  jam 3 pagi. Dari dua hotel itu kami menangkap 38 orang. Kami sampai mendatangkan enam penyidik dari Malang supaya pemeriksaan dilakukan maraton. Dari hasil pemeriksaan 38 orang itu, ada tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Kami masih memburu beberapa DPO (daftar pencarian orang) dari jaringan itu,” kata Wahyu.

    Kelima otak perjokian itu disangka melanggar Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

    Penangkapan lima pelaku oleh polisi merupakan hasil pengembangan dari terungkapnya praktek perjokian di hari pertama ujian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang pada 11 Mei 2015.  Kala itu Panitia seleksi ujian masuk Universitas Muhammadiyah bersama aparat kepolisian menangkap tujuh orang. Empat orang peserta ujian ditetapkan sebagai tersangka dan tiga orang lainnya menjadi saksi yang dikenai sanksi wajib lapor.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.