Nekat Berjudi dan Berduaan, 15 Wanita dan Pria Dihukum Cambuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah seorang pelaku Maisir (judi), tengah menjalani prosesi Uqubat Cambuk di Masjid Agung Al Makmur, Banda Aceh, 3 Oktober 2014. Sejak tahun 2005 hukuman ini telah diterapkan di Aceh. TEMPO/Fahreza Ahmad

    Salah seorang pelaku Maisir (judi), tengah menjalani prosesi Uqubat Cambuk di Masjid Agung Al Makmur, Banda Aceh, 3 Oktober 2014. Sejak tahun 2005 hukuman ini telah diterapkan di Aceh. TEMPO/Fahreza Ahmad

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Karena melanggar aturan syariat Islam, sebanyak 14 orang dicambuk dengan rotan di Kota Sinabang, Kabupaten Simeulu, Aceh. Prosesi hukuman yang dilaksanakan di halaman Masjid Agung Baiturrahman usai salat Jumat itu disaksikan ratusan warga.

    "Mereka dicambuk karena melanggar qanun syariat Islam tentang khalwat (mesum) dan maisir (judi)," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (WH) Simeulue, Ali Hasmi, saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 29 Mei 2015.

    Menurut dia, total yang dicambuk adalah 14 orang. Dari jumlah itu, sebanyak delapan orang bersalah karena terlibat kasus perjudian. Sementara enam lainnya (tiga pasang) karena kasus mesum. "Ada tiga perempuan, selebihnya laki-laki. Mereka didera dengan delapan hingga sembilan kali cambuk," ujar Ali.

    Prosesi cambuk yang disaksikan sejumlah pejabat daerah di wilayah kepulauan itu seharusnya dilakukan kepada 15 orang. Namun satu orang luput dari hukuman hari itu karena dinyatakan sakit menjelang eksekusi. Semua yang dicambuk adalah warga Kabupaten Simeulu.

    Menurut Ali Hasmi, pelaksanaan hukuman cambuk kepada pelanggar syariat Islam di Simeulu telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam sepuluh tahun terakhir. "Untuk menegakkan aturan syariat Islam, menjadi pelajaran bagi pelanggar dan masyarakat umumnya."

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.