Kampus dan Perumahan Dosen Unhas Kerap Dijarah Maling

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa menjemur almamaternya pada aksi Teatrikal

    Seorang mahasiswa menjemur almamaternya pada aksi Teatrikal "Ritual Mencuci Almamater" yang ditampilkan oleh UKM Teater Kampus Unhas di depan Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin 17 november 2014, dini hari. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Makassar: Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Dwia Aries Tina Palubuhu mengeluhkan keamanan kampus dan kompleks perumahan dosen, di Kecamatan Tamalanrea dan di Antang, Kecamatan Manggala. Menurut Dwia, kejahatan di kampus dan perumahan dosen kerap terjadi dan amat meresahkan.


    Dwia mengatakan di lingkup Kampus Unhas Tamalanrea, tindak pidana yang kerap terjadi yakni pencurian kendaraan bermotor alias curanmor. Selain itu, para kawanan begal diduga menjadikan Kampus Merah di Tamalanrea sebagai tempat persembunyian ketika dikejar massa. "Kami khawatirnya nanti dikira warga kampus, padahal bukan," ujar Dwia, Jumat, 29 Mei 2015.

    Dwia menyebut Kampus Unhas di Tamalanrea, rawan pencurian kendaraan bermotor dan kerap menjadi tempat pelarian begal. Ia pun mengkhawatirkan Kampus Unhas di Gowa. Apalagi, kampus di Gowa yang ditempati Fakultas Teknik itu dilengkapi laboratorium berisi peralatan mahal. Ironisnya, tenaga keamanan kampus hanya empat orang, tak sebanding dengan luas kampus mencapai 20 hektare.

    Tak hanya masalah keamanan di kampus yang dikeluhkan Dwia. Menurut dia, kompleks perumahan dosen dalam beberapa waktu terakhir, kerap dibobol maling atau dirampok. Tidak adanya jaminan keamanan ini berdampak pada kegiatan dosen di kampus. “Konsentrasi mereka terpecah, terutama karena maling kerap beraksi pada siang hari,” ucapnya.


    Dwia menuturkan, demi menciptakan keamanan dan ketertiban di kampus, Unhas siap mengalokasikan lahan untuk membangun pos polisi baik di kampus maupun kompleks perumahan dosen.


    Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas, Amran Saru, menambahkan aksi pencurian di kompleks perumahan dosen kerap terjadi. Amran yang tinggal di Kompleks Perumahan Dosen di Antang, menyebut maling suka beraksi pada siang hari ketika para dosen tengah berada di kampus.

    "Hampir setiap hari ada pencurian, makanya saya memasang portal di kompleks. Terus kejadiannya selalu pada siang hari, saat orang-orang sibuk," ujarnya. Amran mengharapkan agar kepolisian setempat bisa membantu memberikan jaminan rasa aman dari tindak pidana pencurian maupun pembobolan rumah itu.

    Kepala Kepolisian Resort Kota Besar  Makassar, Komisaris Besar Fery Abraham mengatakan, mulai Sabtu, 30 Mei 2015, ia akan mengerahkan mobil patroli khusus di kompleks perumahan dosen. "Itu layaknya pos polisi bergerak karena modelnya seperti bus yang fasilitasnya lengkap," ucap dia.

    Kepala Kepolisian Resort Gowa Ajun Komisaris Besar Heri Marwanto, mengatakan akan menindaklanjuti kekhawatiran Rektorat Unhas. Menurut Heri, keamanan kampus di Gowa tidak terlalu mengkhawatirkan. "Masih tercover oleh kepolisian sektor setempat," ucapnya.  


    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.