Persaudaraan Muslim Ingin Bangun Sekolah untuk Pengungsi Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak muslim etnis Rohingya di sekolah darurat di kamp pengungsi di Sittwe, Myamar, 21 Mei 2015. Angkatan laut Myanmar membebaskan 200 etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Anak-anak muslim etnis Rohingya di sekolah darurat di kamp pengungsi di Sittwe, Myamar, 21 Mei 2015. Angkatan laut Myanmar membebaskan 200 etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO , Lhokseumawe:   Persaudaraan Muslim Indonesia tengah memikirkan soal kelanjutan pendidikan ratusan anak pengungsi Rohingya di tiga kamp penampungan yang tersebar di tiga kabupaten Kota di Aceh.

    “Anak pengungsi banyak yang tidak sekolah, baik yang tidak pernah sama sekali, maupun yang telah putus gara-gara terdampar ke sini. Ini sedang kita pikirkan bagaimana caranya,” kata  Usamah Hisyam, Ketua umum Persatuan Muslim Indonesia (Permusi) kepada Tempo di Hotel Harun Sequer Lhokseumawe, Jumat 29 Mei 2015.

    Dia menambahkan sejumlah anak pengungsi banyak yang belum mengenyam pendidikan dan juga ada yang terputus sekolah karena ikut keluarganya mengungsi. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan."Apalagi mereka diperkirakan akan tinggal lama disini karena  tidak mungkin dikembalikan kesana dalam kondisi tempat tinggal mereka yang terancam," katanya.

    Menurut  Usamah, Persaudaraan Muslim Indonesia dan Aceh sedang memikirkan sistem dan bagaimana dengan bahasa mereka. Hal ini  membutuhkan suatu pemikiran dan perencanaan walaupun pendidikan dalam skala sekolah sederhana.

    Sejak terdampar, Minggu 10 Mei 2015 lalu sejumlah anak pengungsi Rohingya masih dalam tahap pemulihan. Sementara kegiatan lainnya lebih pada kegiatan belajar yang digelar para relawan. "Disamping  untuk menghibur juga untuk memulihkan kondisi mereka setelah dua bulan lebih terapung di lautan," ucapnya.

     Kamp pengungsi Kuala Cangkoy Kecamatan Lapang kabupaten Aceh Utara ditempati 332 orang.  Terdiri dari  27 laki-laki usia 0-18 tahun, 17 orang balita dan 7 orang ibu hamil.



    IMRAN MA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.