Cina Siapkan Investasi Rp 30 Triliun di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan pertemuan dirinya dengan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong di antaranya membahas investasi yang akan digelontorkan Cina ke Indonesia. Proyek investasi yang telah disepakati Cina, antara lain, adalah pembangunan kereta api supercepat dan Taman Terpadu Asia-Afrika.

    “Saya membicarakan banyak rencana-rencana, menerjemahkan pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi. Yang pertama adalah membangun kereta api supercepat,” ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil, setelah memandu Liu Yandong berkeliling Museum Asia-Afrika, Jumat, 29 Mei 2015.

    Emil mengatakan proyek kereta api supercepat itu rencananya akan dimulai pada Agustus tahun ini. “Seratus persen dananya dari mereka. Kurang-lebih Rp 30 triliun, perkiraan dikerjakan selama tiga tahun,” ujar dia. Pemerintah Cina juga berkomitmen akan melakukan kerja sama di bidang pendidikan, budaya, dan teknologi.

    Dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Liu sempat melakukan historical walk dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka, didampingi Ridwan Kamil. Liu juga menyempatkan diri untuk melihat galeri foto Zhou Enlai di Gedung Merdeka.

    Rencananya galeri foto Zhou Enlai yang didatangkan langsung dari Cina akan dipajang di Taman Asia-Afrika. “Ada satu sudut buat taman Tiongkok yang didedikasikan khusus untuk Perdana Menteri Zhou Enlai,” kata Emil.

    Pejabat kedutaaan besar Cina di Indonesia, Wang, mengatakan kunjugan Liu merupakan kunjungan persahabatan. Menurut dia, Kota Bandung dan Cina memilki hubungan emosional. “Hampir semua orang Cina tahu Bandung. Intinya persahabatan. Karena Perdana Menteri pertama kami pernah datang ke Bandung,” ujar Wang.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.