JK: Dana Talangan Korban Lapindo Disalurkan Bulan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monumen tragedi lumpur Lapindo yang terpasang, di titik tanggul 21 Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, 29 Mei 2015. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang, tragedi meluapnya lumpur dari pusat tambang milik PT. Minarak Lapindo. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Monumen tragedi lumpur Lapindo yang terpasang, di titik tanggul 21 Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, 29 Mei 2015. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang, tragedi meluapnya lumpur dari pusat tambang milik PT. Minarak Lapindo. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bulan depan pemerintah akan mulai mengucurkan dana talangan bagi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut dia, dana itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Bulan depanlah," kata Kalla di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Jumat, 29 Mei 2015.

    Kalla mengatakan pemerintah akan memberikan uang pinjaman Rp 781 miliar untuk mengganti kerugian warga Sidoarjo. PT Minarak Lapindo nantinya wajib mengembalikan uang itu kepada pemerintah. Tenggat waktunya selama empat tahun. "Lapindo tidak mampu. Karena itu, pemerintah memutuskan menangani demi kepentingan rakyat. Tapi dengan cara memberikan pinjaman ke Lapindo."

    Total ganti rugi korban lumpur yang harus dibayar Lapindo mencapai Rp 3,8 triliun. Dari jumlah itu, PT Minarak Lapindo Jaya hanya bisa membayar Rp 3,03 triliun. Sisanya, Rp 781 miliar, terpaksa ditalangi pemerintah. Sebagai jaminan pinjaman, pemerintah menyita semua aset tanah yang telah diganti Lapindo sebagai jaminan pinjaman. Bila dalam empat tahun Lapindo tidak bisa melunasi pinjaman, aset itu akan menjadi milik negara.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.