Ogoh-ogoh Ical Diarak, Dua Warga Korban Lapindo Kesurupan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanggal 29 Mei 2006, menjadi hari kelabu bagi sebagian warga Porong Sidoarjo. Semburan lumpur panas muncul akibat kegagalan aktivitas pertambangan, perusahaan tambang PT Minarak Lapindo Jaya. Jutaan kubik lumpur mengenangi wilayah pemukiman dan industri, di sekitar wilayah pengeboran. Tepat pada 29 Mei 2015 peringatan 9 tahun tragedi lumpur Porong-Sidoarjo. Desa Siring, Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Mei 2007. dok Arie Basuki

    Tanggal 29 Mei 2006, menjadi hari kelabu bagi sebagian warga Porong Sidoarjo. Semburan lumpur panas muncul akibat kegagalan aktivitas pertambangan, perusahaan tambang PT Minarak Lapindo Jaya. Jutaan kubik lumpur mengenangi wilayah pemukiman dan industri, di sekitar wilayah pengeboran. Tepat pada 29 Mei 2015 peringatan 9 tahun tragedi lumpur Porong-Sidoarjo. Desa Siring, Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Mei 2007. dok Arie Basuki

    TEMPO.COSidoarjo - Memperingati sembilan tahun semburan lumpur Lapindo, warga Porong, Sidoarjo, mengarak ogoh-ogoh Aburizal Bakrie, Jumat, 29 Mei 2015. Lumpur menyembur sejak 29 Mei 2006 dari area lapangan sumur eksplorasi minyak Banjar Panji 1 milik PT Lapindo Brantas, perusahaan minyak yang menguasai beberapa titik eksploitasi di Jawa Timur milik pengusaha sekaligus politikus Aburizal Bakrie. 

    "Itu simbol kerakusan," kata Rokim, pembuat ogoh-ogoh, yang juga koordinator warga korban Lapindo, Jumat, 29 Mei 2015.

    Rokim meminta pemerintah dan PT Minarak Lapindo Jaya--perusahaan yang menjadi juru bayar kerugian akibat semburan lumpur itu--mengembalikan desa mereka dan membayar ganti rugi. Sebagian dari mereka masih menunggu pembayaran itu hingga sembilan tahun ini. 

    Ogoh-ogoh Ical--sapaan Aburizal Bakrie--diarak dari pasar lama Porong menuju titik tanggul 21. Arak-arakan itu sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Malang-Surabaya.

    Di tanggul titik 21, warga membawa ogoh-ogoh ke atas tanggul dan meletakkannya di tengah kolam tanggul yang penuh dengan lumpur. Selain itu, warga menabur bunga pada ogoh-ogoh. Di saat dilakukan penaburan, dua warga kesurupan.

    Sejauh ini, kolam lumpur yang tercipta sudah seluas sekitar 600 hektare dan menenggelamkan tiga kecamatan. Sejumlah ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, menghitung perluasan kolam itu per tahun butuh pembebasan lahan seluas 20 hektare.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.