Ridwan Kamil Anggarkan Rp 2,6 M Bersihkan Sungai Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI dari Kodam III/Siliwangi melakukan pengenalan kawasan, dan menempatkan personel di Sungai Cikapundung. Bandung, 15 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Anggota TNI dari Kodam III/Siliwangi melakukan pengenalan kawasan, dan menempatkan personel di Sungai Cikapundung. Bandung, 15 April 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kota Bandung melakukan eksperimen dengan membuat instalasi penjernih air sungai yang akan dipasang di 40 sungai dan anak sungai yang mengalir di kawasan Kota Bandung. Untuk membuat alat tersebut, Pemerintah Kota Bandung—melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015—telah menganggarkan biaya sebesar Rp 2,6 miliar.

    “Kami ingin membuktikan Bandung yang sungainya kotor bisa jernih lagi,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di sela-sela peresmian alat penjernih air yang dipasang di aliran Sungai Cikapayang di Jalan Merdeka, Jumat, 29 Mei 2015.

    Menurut Ridwan Kamil, alat penjernih sungai tersebut pun akan diujicobakan pada sungai terbesar yang mengaliri Kota Bandung, Sungai Cikapundung. Ridwan Kamil berharap alat penjernih air tersebut dapat membantu membersihkan air sungai di Kota Bandung yang kumuh.

    “Setelah ini dipasang di Sungai Cikapundung dan Babakan Surabaya, sehingga nanti ada contoh di skala yang lebih besar dan skala yang mendekati permukiman warga,” kata Ridwan Kamil.

    Khusus untuk Sungai Cikapundung dan Babakan Surabaya, Ridwan Kamil mengatakan biaya pembuatan instalasi penjernih sungai di sana akan dibantu dana dari APBN, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai. “Untuk alatnya yang di Cikapundung sama seperti ini. Tapi dananya akan dikombinasikan dari APBN,” tuturnya.

    Instalasi penjernih sungai tersebut diujicobakan perdana di Sungai Cikapayang di Jalan Merdeka, samping Balai Kota Bandung. Pada uji coba tersebut, Pemerintah Kota Bandung melakukan eksperimen dengan melepaskan delapan ekor ikan di aliran sungai. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah alat tersebut berfungsi dengan baik atau tidak. “Kami taruh ikan juga, nanti dievaluasi hasilnya,” ucap Ridwan Kamil.

    Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen mengatakan alat tersebut menggunakan metode single chemical. Cara kerjanya, air yang mengalir pada alat tersebut akan tersaring oleh material-material di dalamnya. Selain itu, pada alat tersebut terdapat senyawa bahan kimia yang berfungsi untuk menjernihkan air. “Kalau di kolam renang seperti kaporit,” katanya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.