TERUNGKAP: Polisi yang Suka ke Pelacuran Saritem Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolrestabes Bandung, AR Yoyol (tengah), menyisir gang sempit di kawasan lokalisasi Saritem Bandung, Jawa Barat, 25 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Kapolrestabes Bandung, AR Yoyol (tengah), menyisir gang sempit di kawasan lokalisasi Saritem Bandung, Jawa Barat, 25 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Kepala Polisi Resor Kota Besar Bandung, Jawa Barat, Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol mengatakan sejumlah anggotanya terlibat dalam prostitusi di lokalisasi Saritem, Bandung. Fakta itu ia temukan setelah dirinya menyeleksi anggota yang ditugaskan untuk menangkap para pekerja seks komersial di sana.

    “Memang ada anggota saya yang terlibat. Penyeleksian itu upaya saya melaksanakan tugas supaya ada perubahan,” kata Yoyol, saat ditemui Tempo di Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Jalan Cianjur, Bandung, Kamis, 28 Mei 2015.

    Baca juga : Enggan Lapor Harta, Jenderal Budi Waseso Permalukan Diri?

    Dia menjelaskan selain bertugas, anggotanya memang kerap “jajan” di sana. Meski demikian, ia mengaku tak dapat memberi sanksi pada anggotanya yang bandel. Menurut Yoyol, anggotanya pasti punya banyak alasan untuk menampik temuannya. “Pasti mereka beralasan sedang bertugas atau sedang mengikuti penjahat,” kata Yoyol.

    Yoyol mengaku Polrestabes Bandung hanya memberi imbauan pada para polisi bandel itu untuk menghentikan kebiasaannya. Ia enggan menyebut berapa banyak anggotanya yang suka “jajan” di lokalisasi Saritem.

    Pada penangkapan hari Rabu, 20 Mei 2015, polisi mengerahkan 690 personelnya. Jumlah tersebut didapatkan dari anggota Polrestabes Bandung dan sejumlah anggota polisi sektor di Bandung.

    Baca juga:Polisi Ini Diduga Memeras Mertua Rp 1 Miliar

    Yoyol mengatakan kepolisian sengaja tak mengundang Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, dia khawatir informasi penangkapan bocor dan terdengar oleh para PSK di sana.

    Sebelumnya, polisi kembali merazia prostitusi Saritem. Lokasi tersebut sudah dilarang pemerintah sebagai tempat prostitusi sejak 2007. Pada 2012, polisi kembali menyisir lokasi tersebut. Kemarin pemerintah mendata PSK yang diserahkan ke Dinas Sosial, yakni berjumlah 150 orang. 

    Dari jumlah itu, sebanyak 42 PSK dikirim ke Cirebon dan 20 lainnya ke Sukabumi untuk dilatih keterampilan. Sedangkan sisanya masih ditampung di rumah singgah.


    PERSIANA GALIH

    Berita Menarik:

    Rahasia Juara Lomba Tembak TNI: Adaptasi Suhu Dingin

    KSAD Murka Australia Bongkar Senjata Pindad


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.