Cek Beras Plastik Bisa Pakai Kunyit, Ini Caranya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono (kanan) beri hormat bersama eks Kapolda Irjen Pol Dwi Priyatno dalam upacara pisah sambut di lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 5 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono (kanan) beri hormat bersama eks Kapolda Irjen Pol Dwi Priyatno dalam upacara pisah sambut di lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 5 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Depok:  Kapolda Metro Jaya, Irjen Unggung Cahyono mengatakan telah mendapatkan cara untuk menguji kandungan beras dengan cepat dari Universitas Indonesia dengan menggunakan kunyit.

    Ia mengatakan UI menawarkan uji cepat dengan penggunan kunyit untuk beras yang diduga berbahan plastik. Caranya, kata dia, tingga direbus beras tersebut dengan rendaman kunyi. "Bila direbus nyerap kunyit berarti bukan beras sintetis. Kalau plastik direbus dengan rendaman kunyit tidak nempel berarti ada kandungan plastik," ujarnya.

    Polisi, kata dia, telah melakukan pengujian dengan cara lebih detail lagi, untuk beras yang diduga sintetis itu. Bahkan, ada tiga pihak telah melakukan pengujian atas dugaan ada kandungan plastik pada beras. Hasil dari uji Badan POM, Lab For Mabes dan IPB, hasilnya negatif kandungan plastik.

    "Artinya Naiman (warga Depok) bukan keracunan beras plastik. Itu yang dimakan sama seperti yang ditunjukan Disperindag Depok. Hasilnya negatif. Yang dimakan identik beras jagung," ucapnya.

    Kendati begitu, Unggung tidak bisa menjelaskan penyebab Naiman, sekeluarga sakit perut, mual, pusing, lemas dan ada yang mual. "Kalau Naiman, sakit karena pencernaan saja," ucap Unggung.

    Ia berharap  warga tidak perlu resah atas isu peredaran beras plastik di Indonesia. Sebab, polisi juga telah melakukan pengawasan pasar dan jalur distribusi beras. "Kapolri juga telah melakukan pengawasan langsung di Pasar Induk Cipinang. Hasil uji lab beras yang di Bekasi juga negatif," katanya.

    IMAM_HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.