Hadapi El Nino, Jateng Hemat Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis yang menggunakan kostum maskot berdiri disamping sejumlah aktivis yang  membentangkan spanduk saat menggelar aksi kampanye hari hemat air di Bundaran HI, Jakarta (23/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang aktivis yang menggunakan kostum maskot berdiri disamping sejumlah aktivis yang membentangkan spanduk saat menggelar aksi kampanye hari hemat air di Bundaran HI, Jakarta (23/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Semarang:Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Budie Yuwono menyatakan siap mengeluarkan kebijakan hemat air bila ada rekomendasi ancaman El Nino. Komentar Prasetyo itu terkait dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah yang menilai ada ancaman El Nino atau gejala kekeringan memanasnya suhu air permukaan laut Pasifik hingga mendekati akhir tahun 2016 mendatang.

    “Kami siap keluarkan pola operasional waduk tipe C atau tipe kering dan hemat,” kata Prasetyo, Kamis 28 Mei 2015.

    Langkah itu sebagai antisipasi kekeringan yang mengancam Jawa Tengah. “Agar kebutuhan air bisa terpenuhi,” Prasetyo menambahkan.

    Prasetyo juga mengimbau agar petani dan masyarakat Jateng melakukan pola hidup hemat air dengan cara mematuhi pola tanam dan menaati kesepakatan tata alokasi air waduk. Tercatat saat ini persediaan air waduk di Jawa Tengah masih tersedia di atas rencana. Kondisi itu tak menutup kemungkinan akan dilakukan penghematan bila El Nino benar-benar mengancam Jawa Tengah.

    “Laporan air di 38 waduk pada pekan kedua bulan Mei masih di atas rencana, tapi kami siap menghemat bila kondisi darurat,” kata Prasetyo.

    Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperkirakan adanya ancaman El Nino di wilayah Jawa Tengah hingga tahun 2016 mendatang. Gejala alam oleh memanasnya suhu air permukaan laut Pasifik yang menimbulkan curah hujan Indonesia rendah itu akan menambah musim kemarau semakin panjang.

    “Ini akan menimbulkan datangnya musim hujan di Jawa Tengah akan molor,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi, BMKG Jateng, Reni Kraningtyas.

    Menurut Reni, El Nino yang terjadi akan terjadi hingga tahun 2016. Kondisi itu menimbulkan awal musim hujan molor, dari biasanya yang terjadi pada bulan Oktober 2016. “Kemungkinan musim hujan akan mundur hingga bulan November,” kata Reni.

    Meski menyebutkan sebagai ancaman, kategori El Nino yang terjadi itu dalam kategori lemah. Menurut Reni, gejala alam itu akan mengganggu sektor pertanian bila tak diimbangi dengan persediaan air bendungan yang mencukupi.

    Ia memperkirakan daerah yang paling kena efek El Nino di Jawa Tengah adalah sepanjang pesisir, di antaranya Rembang, Pemalang, Kendal, Batang, Semarang dan sebagian Sragen. “Ini karena udara di laut Pasifik masih rendah sehingga uap air laut jawa bergerak ke sana. Efeknya Jawa sulit hujan,” katanya.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.