Peringatan Sembilan Tahun Lumpur Lapindo Dijaga 435 Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung lokasi Lumpur Lapindo berfoto dengan memeluk patung Survivor di titik 21 , Desa Siring, Porong, Sidoarjo, 28 Mei 2015. Selama 9 tahun, masih terdapat sejumlah pembayaran ganti rugi yang belum dilunasi bagi warga area terdampak lumpur Lapindo. FULLY SYAFI

    Pengunjung lokasi Lumpur Lapindo berfoto dengan memeluk patung Survivor di titik 21 , Desa Siring, Porong, Sidoarjo, 28 Mei 2015. Selama 9 tahun, masih terdapat sejumlah pembayaran ganti rugi yang belum dilunasi bagi warga area terdampak lumpur Lapindo. FULLY SYAFI

    TEMPO.COSidoarjo – Kepolisian akan menyiagakan 435 personel untuk menjaga keamanan acara peringatan sembilan tahun semburan lumpur Lapindo. "Mulai besok, akan kami siagakan personel kami untuk membantu warga korban lumpur Lapindo melaksanakan acara," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Sidoarjo Komisaris Edi Susanto kepada Tempo, Kamis, 28 Mei 2015.

    Edi menjelaskan bahwa besok lembaga swadaya masyarakat bersama warga korban lumpur Lapindo akan mengarak ogoh-ogoh wajah pemilik PT Minarak Lapindo Jaya, Aburizal Bakrie. Ogoh-ogoh Ical akan diarak dari Pasar Porong menuju titik 21 tanggul Lapindo. Di tempat itu, mereka juga menggelar Festival Pulang Kampung.

    Besok tepat sembilan tahun lumpur Lapindo menyembur pertama kali, yakni 20 Mei 2006. Dari pertama kali hingga saat ini, total kerugian ekonomi yang disebabkan oleh semburan lumpur diperkirakan sekitar Rp 63 triliun.

    "Seusai salat Jumat, warga juga akan menggelar istigasah di titik 42 tanggul,” ucapnya. Menurut Edi, acara ini akan diikuti sekitar 250 orang.

    Kepala Kepolisian Sektor Porong Komisaris Mujiono menuturkan, pada Ahad, 31 Mei 2015, warga juga akan menggelar istigasah di titik 42 dan titik 25. "Warga yang akan mengikuti lebih banyak, mungkin sekitar 250 orang ke atas," ujarnya. 


    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.