Pesantren Tasikmalaya Siap Tampung Pengungsi Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak muslim etnis Rohingya di sekolah darurat di kamp pengungsi di Sittwe, Myamar, 21 Mei 2015. Angkatan laut Myanmar membebaskan 200 etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Anak-anak muslim etnis Rohingya di sekolah darurat di kamp pengungsi di Sittwe, Myamar, 21 Mei 2015. Angkatan laut Myanmar membebaskan 200 etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Tasikmalaya -  Sejumlah pesantren di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menyatakan kesiapannya menampung pengungsi Rohingya. Pesantren yang siap menampung diantaranya  Miftahul Huda Al Husna dan  Cipasung.

    Pimpinan Pesantren Mifhtahul Huda Al Husna, Habib Muslim mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tempat penampungan untuk pengungsi Rohingya. "Tahap awal, kami sanggup menampung 20 orang pengungsi Rohingya," kata Habib Muslim saat dikonfirmasi Kamis 28 Mei 2015.

    Dia berharap, kesanggupan pesantren didukung dan mendapat restu dari pemerintah. Sebagai bentuk dukungan, kata Habib Muslim, ratusan santri dan pimpinan ponpes sudah melakukan doa bersama untuk Rohingya.

    "Doa sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama muslim yang sedang teraniaya," katanya. Selain itu, Ponpes Miftahul Huda Al Husna juga mengumpulkan sumbangan berupa uang dan pakaian layak pakai.

    Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Acep Adang mengatakan, pesantrennya juga siap menampung pengungsi Rohingya. "Ini dalam kaitan tolong menolong, apalagi ini sesama muslim," kata dia.

    Pihaknya akan menyesuaikan kapasitas pondok pesantren untuk menampung etnis Rohingya. "Kita sesuaikan dengan kemampuan kita," ucap Acep.

    Menurut Acep, Pondok Pesantren Cipasung juga akan berkoordinasi dengan pemkab, Nahdlatul Ulama dan MUI dalam menampung Rohingya. Selain itu, berkoordinasi dengan pesantren lain di Tasikmalaya.

    "Kan ponpes di Tasikmalaya banyak, kita nanti koordinasi dengan yang lain, terutama ponpes (yang pimpinannya) alumni-alumni Cipasung. Mereka sanggup berapa, ada 5 atau 10 orang," katanya.

    Acep memperkirakan, semua ponpes sepakat membantu etnis Rohingya. Karena mereka dalam kondisi kesulitan. "Saya kira mereka (ponpes lain) juga siap," ucapnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.