Ini Cara Ridwan Kamil Bersih-bersih Sungai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan akan memasangi sungai-sungai di Bandung dengan bendungan penjernih air. Rencana ini dilakukan setelah Pemerintah Kota Bandung mencoba satu bendungan penjernih air di Sungai Cikapayang, Bandung.

    “Besok kami akan resmikan bendungan itu. Kalau ini sukses, kami akan buat skala massive di Bandung,” ujar Ridwan Kamil, saat ditemui wartawan di Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta, Bandung, Rabu, 27 Mei 2015. Alat tersebut, kata dia, terbukti dapat membersihkan sungai yang jorok dan kotor.

    Rencananya, sisa kepemimpinan Ridwan selama tiga ahun ke depan, akan dipakai untuk memasangi alat tersebut di sejumlah sungai. Rencana itu bertujuan untuk menuntaskan kekumuhan di Kota Bandung. Bandung sendiri memiliki 44 sungai dan anak sungai.

    Sebenarnya, Ridwan diminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk menuntaskan kekumuhan. “Kami terima dana sebesar Rp 70 miliar untuk menurunkan tingkat kekumuhan,” katanya.

    Kementerian PU membebaskan Pemerintah Kota Bandung untuk membelanjakan uang tersebut. Pemerintah kota, memilih membeli alat tersebut karena dinilai sukses turunkan kekumuhan pada warga di sekitar sungai.

    Emil—sapaan akrab Ridwan, menilai jernihnya sungai di Kota Bandung akan menambah jumlah wisatawan yang datang. Wisatawan akan gemar berjalan kaki jika Pemerintah Kota Bandung bisa membersihkan sungai. Sebab, sejumlah destinasi wisata di Bandung dilintasi sungai.

    Salah satu sungai yang sejak lama akan dipasangi alat ini adalah Sungai Cikapundung. Sungai tersebut terletak di tengah kota, tepatnya di samping Gedung Merdeka, tempat dilaksanakannya Konferensi Asia-Afrika.

    Saat ini, lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi wisatawan. Bahkan, Pemerintah Kota Bandung menilai kawasan tersebut selalu mengakibatkan macet meski pun bukan akhir pekan. Kemacetan di antaranya disebabkan banyak wisatawan yang berhenti dan mengabadikan lokasi tersebut melalui ponsel pintar mereka.

    Bahkan, Emil mengatakan saat ini jumlah wisatawan yang datang ke Cikapundung sepuluh kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. "Kebayang kan jumlah wisatawan yang akan datang setelah kami bersihkan sungai di sana."

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.