Perwakilan Asing Ramaikan Surabaya Great Expo 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima sajian Lontong Balap, kuliner khas Surabaya saat membuka Festival Kampung Lawas di kawasan Maspati gang 5 dan 6, Surabaya, 26 Mei 2015. Pemkot Surabaya membuat pelestarian kawasan kawasan kota tua sebagai salah satu aset wisata cagar budaya di Surabaya. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima sajian Lontong Balap, kuliner khas Surabaya saat membuka Festival Kampung Lawas di kawasan Maspati gang 5 dan 6, Surabaya, 26 Mei 2015. Pemkot Surabaya membuat pelestarian kawasan kawasan kota tua sebagai salah satu aset wisata cagar budaya di Surabaya. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Sebanyak empat konsulat asing ikut berpartisipasi dalam Surabaya Great Expo 2015 yang digelar dalam rangkaian perayaan HUT Kota Surabaya. Keempatnya berasal dari Maroko, Cina, Jepang dan Selandia Baru.

    Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, mengatakan bahwa secara keseluruhan jumlah peserta tahun ini meningkat 25 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 147 peserta.

    Pada tahun ini, Widodo menambahkan, jumlah peserta 197. Selain perwakilan negara asing, ada pula yang datang dari luar Kota Surabaya. “Jadi, tahun ini memang lebih meriah,” kata Widodo, Rabu 27 Mei 2015.

    Surabaya Great Expo (SGE) 2015 dibuka Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Rencananya pameran akan digelar hingga Minggu, 31 Mei 2015. Menurut Risma, pameran harus dijadikan momentum pengembangan dan perluasan pasar, khususnya bagi produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

    “Kita tidak boleh puas, karena masih banyak potensi yang harus dikembangkan,” kata Risma berpesan di sela-sela memantau pameran.

    Dalam pameran, Risma menyisipkan berbagai pelayanan, termasuk perizinan dan pelayanan satu atap. “Warga disini boleh mengurus perizinan dan semua pelayanan satu atap lainnya,” kata dia.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.