Kisah TKI Diduga Dibunuh di Kairo, Sudah 17 Tahun Merantau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kerja Indonesia/TEMPO/Tommy Satria

    Tenaga Kerja Indonesia/TEMPO/Tommy Satria

    TEMPO.CO, Lumajang - Winarti binti Musiar, 45 tahun, TKI asal Lumajang yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kairo ternyata sudah belasan tahun malang melintang di luar negeri. "Kakak saya sudah 17 tahun menjadi TKI di antaranya 11 tahun di Kuwait dan 6 tahun di Kairo," kata Widayani, adik kandung Winarti saat ditemui di rumahnya di Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

    Winarti mempunyai satu anak perempuan dari hasil perkawinannya dengan Joko, asal Tulungagung. Perkawinannya dengan Joko itu berakhir dengan perceraian ketika dia hendak berangkat menjadi TKI di Kuwait. "Kakak saya sudah janda. Dia punya anak satu," katanya.

    Putri mendiang, Fairli Gandis, tinggal berdua bersama neneknya atau ibu Winarti di Kecamatan Yosowilangun. "Setiap bulan pasti mengirim uang kepada keluarganya di Yosowilangun sebesar Rp 4 juta. Kadang saya pernah dikirimi Rp 10 juta," kata Widayani.

    Winarti merupakan tulang punggung keluarga. "Putrinya baru lulus SMA dan mau melanjutkan ke bangku kuliah," kata Widayani. Dia berharap jenazah Winarti segera dipulangkan.

    Adapun Winarti ditemukan dalam keadaan tewas di dalam kamarnya, di rumah majikannya seorang pasangan suami istri warga Kairo, Mesir. Kabar tewasnya korban ini diinformasikan oleh KBRI di Kairo, Mesir, yang menelepon keluarga Winarti di Yosowilangun.

    Berdasarkan informasi KBRI itu, Winarti tewas akibat pembunuhan yang diduga dilakukan oleh dua orang warga Kairo. Winarti diketahui meninggal pada Minggu pagi, 23 Mei 2015. Belum diketahui bagaimana kondisi Winarti saat ditemukan tewas tergeletak di dalam kamar di rumah majikannya itu.

    DAVID PRIYASIDHARTA


  • TKI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.