JK Akan Pertemukan Ical-Agung, Agendanya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pidato saat pengukuhan Guru Besar di Universitas Nasional, Jakarta, 23 Mei 2015. 154 mahasiswa ditangkap dan Maftuh Fauzi yang menjadi korban penangkapan itu, akhirnya meninggal usai mengalami infeksi di otak akibat sabetan benda tumpul. ANTARA/M Agung Rajasa

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pidato saat pengukuhan Guru Besar di Universitas Nasional, Jakarta, 23 Mei 2015. 154 mahasiswa ditangkap dan Maftuh Fauzi yang menjadi korban penangkapan itu, akhirnya meninggal usai mengalami infeksi di otak akibat sabetan benda tumpul. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Jusuf Kalla sudah memutuskan menjadi mediator konflik dua kubu di Partai Golkar. Mantan Ketua Umum Partai berlambang beringin ini bahkan berencana mempertemukan dua pemimpin partai berlambang beringin berkonflik Agung Laksono dan Aburizal Bakrie pada Jumat 29 Mei 2015.

    Wakil Presiden Kalla yang ditemui di Balai Sidang Jakarta pada Rabu mengatakan Ical-- sapaan akrab Aburizal Bakrie--masih berada di luar negeri. Oleh karena itu Kalla akan mempertemukan keduanya setelah Ical kembali ke Tanah Air. "Ical baru ke luar negeri. Nanti kembali, nanti Jumat," kata JK terkait pertemuan islah Partai Golkar.

    Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengatakan kedua kubu sudah menyetujui seluruh poin saran islah Partai Golkar. Empat poin saran islah itu harus dipatuhi kedua kubu agar Partai Golkar dapat mengikuti pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota secara serentak pada Desember 2015.

    Pertama, Kalla meminta kedua pihak mengedepankan kepentingan partai dan kader. Kedua, kedua pihak dapat bekerja sama menjaring kader sebagai calon kepala daerah. Ketiga, terkait kriteria calon kepala daerah yang akan didaftarkan ke KPU, kedua kubu akan membahas dan menyetujui hal itu secara bersama-sama.

    Ada pun yang keempat, yang akan mengajukan calon adalah DPP yang diakui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ini juga sama dengan persyaratan dari Komisi Pemilihan Umum.

    ANTARANEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.