Menteri Yuddy Perintahkan PNS Berijazah Palsu Dicopot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ijazah palsu di Kampus Universitas Negeri Makassar . TEMPO/Hariandi Hafid

    Ijazah palsu di Kampus Universitas Negeri Makassar . TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi telah mengirim surat edaran kepada semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait dengan kasus ijazah palsu. Dalam surat yang dikirimkan hari ini, Rabu, 27 Mei 2015, itu, Menteri Yuddy meminta inspektorat kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah masing-masing melakukan pengecekan keabsahan ijazah sarjana setiap pegawainya.

    "Pengecekan ini ditujukan ke seluruh PNS (pegawai negeri sipil), termasuk pejabat hingga tingkat eselon I," kata Yuddy di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015.

    Menteri Yuddy juga meminta perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan di semua daerah membantu inspektorat bekerja mengecek keaslian ijazah sarjana seluruh pegawai negeri. Yuddy juga memerintahkan seorang deputi dari kementeriannya untuk memonitor proses pengecekan ijazah.

    Yuddy mengatakan pegawai negeri atau pejabat yang ketahuan memegang ijazah palsu akan diberi sanksi administratif berupa pencopotan jabatan dan diturunkan golongannya satu tingkat. Mekanisme pemberian hukuman akan dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara. 

    "Mereka (pegawai negeri atau pejabat) tidak bisa mengelak lagi karena sudah ada bukti kuat," kata Yuddy.

    Kasus ijazah palsu ini mencuat saat Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir melakukan inspeksi mendadak ke University of Berkley Michigan America di Jalan Proklamasi, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada 22 Mei lalu. Di sana, dia menemukan dugaan praktek jual-beli ijazah.

    Belakangan, bukan cuma University of Berkley yang diduga terlibat praktek ilegal tersebut. Pada 2014, ada kasus di kampus lain yang terbongkar. Mulanya, Rektor Universitas PGRI Nusa Tenggara Timur Samuel Haning ingin melakukan legalisasi ijazah di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Namun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tak memberikan legalisasi itu karena ijazah Samuel diduga palsu. Padahal Samuel sudah membubuhkan tanda tangan pada ijazah ratusan mahasiswa PGRI Nusantara. 

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.