Menteri Pertanian: Tak Ada Beras Plastik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ikuti Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 19 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ikuti Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 19 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Makassar - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan isu beras palsu yang ramai diberitakan oleh media massa terbukti tidak benar. Karena Kementerian Pertanian telah menggandeng laboratorium dari Mabes Polri, BPOM, dan Kementerian Perdagangan untuk menganalisa sampel beras yang diduga plastik. "Hasilnya negatif," kata Amran kepada wartawan saat transit di Makassar, Rabu, 27 Mei 2015.

    Amran mengatakan, sampel beras plastik juga telah diambil dari sisa sampel yang digunakan oleh PT Sucofindo. Hasilnya juga negatif.

    "Makanya kami heran kenapa ada hasil yang berbeda antara Sucofindo dengan empat laboratorium lainnya. Mungkin ada metode yang berbeda, ini hal biasa," kata Amran.

    Menurut Amran, masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan isu beras plastik ini. Karena isu ini juga beredar di Thailand dan Malaysia. "Hasil pemeriksaan juga membuktikan bahwa isu ini juga tidak benar," kata Amran.

    Amran mengatakan, secara logika juga tidak mungkin orang bisa mendapatkan keuntungan dari beras plastik. Karena harga plastik Rp 12 ribu per kilogram. Sementara harga beras medium sekitar Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogram. "Jadi lebih baik jual plastik saja," kata Amran.

    Ketidakbenaran adanya beras plastik ini juga sudah disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas Kabinet Kerja. Sehingga Amran meminta media dan masyarakat tidak menghabiskan tenaga dan pikiran hanya untuk membahas isu yang tidak benar.

    "Lebih baik kita kerja, lebih produktif, dan melanjutkan program swasembada pangan. Jangan diganggu dengan hal hal yang tidak benar," kata Amran

    MUHAMMAD YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.