Tukang Bubur Cianjur Laporkan Dugaan Beras Plastik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sulit membedakan secara kasat mata antara beras asli dengan beras plastik atau sintetis. TEMPO/Ryan Maulana

    Sulit membedakan secara kasat mata antara beras asli dengan beras plastik atau sintetis. TEMPO/Ryan Maulana

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arief mengatakan, laporan dugaan beras plastik juga datang dari Cianjur. “Contohnya diantar ke Bandung dan sedang kami periksa di Sucofindo di sini, belum ada hasil karena baru diperiksa hari ini,” kata dia di Bandung, Selasa, 26 Mei 2015.

    Ferry mengatakan, belum berani menduga soal laporan itu karena contoh berasnya masih diperiksa di laboratorium. Selain contoh beras yang diduga beras plastik, juga dikirim hasil olahan bubur dari contoh beras itu. “Teman-teman di Cianjur sudah mengirim barangnya ke kami,” kata dia.

    Menurut Ferry, laporan dugaan beras aneh itu berasal dari salah satu tukang bubur di Cianjur, Senin, 25 Mei 2015. “Saat membuat bubur, tidak jadi bubur,” kata dia. “Tapi kalau melihat fisik berasnya tingkat bubuknya banyak. Saya tidak mau berspekulasi, kita tunggu saja hasil laboratorium.”

    Ferry mengatakan, saat ini pengambilan contoh beras baru tuntas dilakukan pada 13 daerah di Jawa Barat. Sisanya, tim dari pemerintah provinsi masih terus melakukan pengambilan contoh beras di daerah selebihnya. “Kalau temuan beras plastik baru dari Kota Bekasi,” kata dia.

    Selain Cianjur, dua belas daerah yang sudah diperiksa adalah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Subang, Karawang, Sumedang, Majalengka, serta Kabupaten Tasikmalaya. Tim gabungan pemerintah daerah setempat dan provinsi sudah mengambil contoh beras yang beredar.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.