POM Gerebek Pabrik Mie Berformalin di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti mie berformalin saat penggerebekan di Cibinong, Bogor, 14 Mei 2015. Polisi mengamankan empat orang karyawan pabrik beinisial YM, AP, SD dan MS. Lazyra Amadea Hidayat

    Barang bukti mie berformalin saat penggerebekan di Cibinong, Bogor, 14 Mei 2015. Polisi mengamankan empat orang karyawan pabrik beinisial YM, AP, SD dan MS. Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Balai Besar Pengawas Obat Makanan (BBPOM) menggerebek pabrik mie yang diduga mengandung formalin. Pabrik tersebut berada di Jalan Situ Gunting Barat RT 06/09 Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Dalam penggerebekan tersebut BBPOM menemukan mie dengan formalin sebagai bahan campurannya.

    "Kami sudah melakukan tes pada sample mie yang ada dan memang positif menggunakan formalin. Bahan ini digunakan agar mie tahan lama dan tidak mudah putus," ujar Edi Kusnadi, Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Bandung, Senin, 25 Mei 2015.

    Saat dilakukan penggerebekan, pemilik pabrik tersebut tidak berada di lokasi. Hanya beberapa pegawai saja yang sedang membuat mie. Lokasi yang berada di antara rumah penduduk ternyata tak mengundang kecurigaan. Bahkan warga mengaku tidak tahu jika mie yang diproduksi berformalin.

    "Warga pada nggak tahu, bahkan saya juga kaget. Ternyata produksi mie di sini pakai formalin. Tidak ada kecurigaan yang kami sangka ya mereka memproduksi mie seperti biasa. Jadi nggak ada curiga," ujar Aden Mulyana ketua RT 06, Senin, 25 Mei 2015.

    Pabrik yang beroperasi sejak 4 bulan lalu memang terlihat sama seperti pabrik mie lainnya. Warga yang tak curiga dengan keberadaan mie tersebut cukup khawatir dengan efek mie yang dikonsumsi oleh masyarakat luas.

    "Kan formalin berbahaya yah, anak saya suka makan bakso pakai mie, jadi khawatir kenapa-napa. Cara pembuatannya juga bikin saya merinding," kata Rasman (40) warga sekitar Situ Gunting.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.